• Mon. Oct 26th, 2020

Ini Data dan Fakta Polemik ManTos dan Pemkot Manado

BySteven Supit

Jul 4, 2020
BERKUNJUBG: Walikota Manado berkunjung ke Mantos

MANADOLINK – Pembukaan mall dan pusat perbelanjaan di Kota Manado, sempat menjadi masalah hingga adanya tudingan ‘Walikota rasa Presiden’.

BERKUNJUBG: Walikota Manado berkunjung ke Mantos
BERKUNJUBG: Walikota Manado berkunjung ke Mantos

Berikut nukilan data dan faktanya;

1. 25 Juni 2020, Gugus Tugas Kota Manado mengundang seluruh Owner dan Manajemen Mall di Manado untuk mengikuti Rapat Virtual. Hadir seluruh owner dan manajemen., termasuk Pak Hengky Wijaya. Dalam meeting tersebut Pak Hengky memuji langkah Walikota membahas rencana pembukaan mall. Dalam rapat dibahas mekanisme yang akan ditempuh hingga mall dibuka, yaitu :
– owner dan manajemen mengajukan semacam pemberitahuan kesiapan dan kriteria pemenuhan protokol kesehatan kepada Gugus Tugas Manado
– Gugus Tugas akan memeriksa kesiapan dan kriteria yang diajukan kemudian dilakukan penyesuaian dengan kriteria dari Gugus Tugas
– Hasil rapat dan penyesuaian kriteria akan dilaporkan Ketua Gugus Tugas kepada Forkompimda untuk disesuaikan lagi.
– Hasil kajian Forkompimda diajukan ke Gubernur selaku Ketua Gugus Tugas Provinsi
– Hasil dari Gubernur, itu yang akan dilaksanakan
2. 26 Juni 2020, Gubernur Olly Dondokambey dan Forkompimda Sulut mengunjungi ManTos.
3. 26 Juni 2020, Walikota Manado dalam kapasitas sebagai Gugus Tugas mengikuti Rapat Koordinasi yang dipimpin Ketua Gugus Tugas Nasional, Letjen Doni Munardo untuk menindaklanjuti arahan Presiden guna memberikan arahan kepada 57 daerah zona merah.
4. 28 Juni 2020, Gugus Tugas Nasional melalui aplikasi Bersatu Lawan Covid19 mengumumkan Zona Risiko di seluruh Indonesia. Di Sulut terdapat beberapa daerah zona merah, salah satunya Kota Manado.
5. General Manager (GM) Manado Town Square (Mantos) Yono Akbar melalui rilis media online 1 Juli 2020 menjelaskan bahwa para pengusaha pusat perbelanjaan mendapatkan banyak tekanan dan harus memenuhi persyaratan yang hampir tak masuk akal dari pemerintah kota (Pemkot) Manado. Berita dirilis dengan judul Pemkot Persulit Pengusaha di Manado.
6. Penelusuran data dari pihak terkait menunjukkan terdapat 111 karyawan dari salah satu pusat perbelanjaan yang menerima bantuan sosial dalam bentuk Bahan Pokok dari Walikota melalui Gugus Tugas Kota Manado.

IMG-20200703-WA0009
6. Owner Pusat Perbelanjaan Rudiny Wijaya melalui rilis media online dan cetak edisi 2 Juli 2020 menjelaskan bahwa ia menyesali keputusan Walikota yang seakan menantang Pergub terkait New Normal. Dalam rlilisnya tertulis “Walikota Manado rasa presiden. Karena Wali Kota Manado sudah tidak mengikuti Pergub Nomor 44 tahun 2020 Tentang New Normal, Kenapa Walikota Manado rasa presiden. Karena Pergub itu dikeluarkan oleh gubernur selaku wakil pemerintah pusat di daerah. Selain itu Pergub juga keluar sebagai tindak lanjut dari peraturan Kementerian Kesehatan yang diterima Pemerintah Provinsi. Berita ditulis dengan judul : RW : Walikota Manado Rasa Presiden.
7. 2 Juli 2020, Asisten 1 Pemkot Manado dan Anggota Gugus Tugas Kota Manado Bidang Pengendalian Operasional mengikuti Rapat Koordinasi bersama Pemprov Sulut dan Pemkab/Pemkot se Sulut membahas tindak lanjut pengumuman zonasi risiko di Sulut.
8. 2 Juli 2020, Walikota Manado, G.S. Vicky Lumentut selaku Ketua Gugus Tugas Kota Manado mengunjungi ManTos diterima oleh Pak Hengky Wijaya dan manajemen. Walikota memberikan penjelasan terkait langkah Pemkot dalam Pembukaan Mall yang akan dilakukan secara bertahap. Dalam kunjungannya Walikota menjelaskan masih terdapat 1 poin yang belum dicantumkan dalam Pengumuman di depan pintu masuk, yaitu Balita, Ibu Hamil, dan Lansia dilarang masuk. Walikota juga menjelaskan bahwa antara Pengusaha dan Pemerintah terdapat hubungan yang saling menguntungkan dan bermuara pada pendapatan asli daerah yang secara langsung akan berkontribusi bagi pembangunan Kota Manado. Dengan kunjungan dan penjelasan tersebut mudah-mudahan seluruh Pusat Perbelanjaan di Manado dapat berkonsentrasi pada pemenuhan kriteria dan protokol kesehatan agar dapat dilaksanakan pembukaan bertahap, yang dimulai dari kapasitas 30 persen.

Jadi yang berkepentingan so baku dapa, so bacirita bae-bae. Mari jo torang fokus tangani covid, dukung Owner dan Manajemen Pusat Perbelanjaan di Manado agar konsisten iko aturan termasuk kapasitas karyawan dan pengunjung yang cuma boleh 30 persen deng penuhi protokol kesehatan. f
Juga for calon pembeli dan pengunjung , inga-inga neh, masih zona Merah, Manado rangking 3 angka kematian, kong masih banya stow itu pasien terkonfirmasi positif yang blum dapa tampa di rumah singgah.
(Keterangan dikumpulkan dari berbagai sumber)