Dugaan Korup DPRD Manado Rp 6,3 M Bakal Berjilid
Berita Utama Hukum Manado

Dugaan Korup DPRD Manado Rp 6,3 M Bakal Berjilid

Kasie Pidsus Kejari Manado  Parsaoran Simorangkir, SH, MH
Kasie Pidsus Kejari Manado Parsaoran Simorangkir, SH, MH

MANADOLINKPengusutan dugaan korupsi Tunjangan Perumahan dan Transportasi Pimpinan dan Anggota DPRD Manado periode 2014-2019 berbandrol Rp 6,3 miliar bakal dibagi dalam beberapa bagian (Split).

Demikian prediksi hukum Marcelino Putra Palilingan, SH, praktisi dan pemerhati hukum ini.
TERSANGKA: Siapa sajakah yang bakal terseret?
TERSANGKA: Siapa sajakah yang bakal terseret?

Palilingan berasumsi, kasus yang telah dinaikkan statusnya oleh penyidik Kejari Manado ini, bukan semata nelibatkan 40 politisi Manado periode 2014-2019 semata, namun diyakininya bakal melibatkan birokrat di kalangan eksekutif Pemkot Manado. “Perkara ini akan berjilid jilid. Saya yakin aparat penyidik akan menetapkan oknum birokrat terlebih dahulu untuk diajukan awal ke pengadilan,” jelas Palilingan yang juga dikenal mantan wartawan ini.

Lebih jauh Palilingan mengatakan, hasil penyelidikkan jajaran legislator di periode itu diduga kuat menerima aliran dana tunjangan pada tahun 2017-2018 berkisar Rp 160 juta hingga 200 juta per orang. Penyidik pun mengkalkulasi kerugian mencapai Rp 6,3 miliar. “Tentunya siapapun dia yang menerima uang yang terindikasi korupsi harus mengembalikan, karena jika tidak akan ditindak sesuai aturan tentang korupsi,” tutur dia.
Kondisi tersebut tegas dia akan ada pembagian berkas perkara. “Berkasnya akan dibagi, ada untuk birokrat dan politisi,” kunci dia.
Sayangnya Kasie Pidsus Kejari Manado, Parsaoran Simorangkir, SH, MH belum memberikan konfirmasi detil. “Kasusnya sudah ditahap penyidikkan, selanjutnya masih dipersiapkan untuk ditentukan oknum yang bertanggung jawab atas kerugian negara. Nanti aja ditanya langsung ke pak kajari ya,” elak jaksa terbaik 2018 ini. (*)