Berita Utama

Koperasi AMM Disinyalir tak Terapkan UMP

MANADOLINK – Koperasi AMM disinyalir tidak menerapkan aturan ketenagakerjaan yang menjadi syarat bagi pelaku usaha.

Sejumlah karyawan koperasi tersebut mengeluhkan jumlah gaji yang mereka dapatkan. “Kami hanya menerima gaji tak sampai UMP,” aku salah satu karyawan bidang kolektor.

Selain itu, beber salah seorang karyawan marketing, pihaknya tidak didaftarkan pada BPJS Ketenagakerjaan. “Kami semua tidak diikutkan pada BPJS,” tukas sumber yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Gubernur Sulawesi Utara BPK. Olly Dondokambey
Gubernur Sulawesi Utara BPK. Olly Dondokambey

Investigasi sejumlah aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan pemerhati hukum menunjukkan fakta itu. “Masih ada saja perusahaan yang menggaji karyawannya di bawah UMP,” kata Burhan Husein aktivis LSM Liksus Sulut kepada manadolink, Senin (4/11/2019).

Dikatakan dia, salah satu dari perusahaan yang ditengarai memberikan upah tak sesuai adalah UMP itu adalah Koperasi AMM. Koperasi tersebut diketahui bergerak di bidang finance.

Sala satu baliho perusahan yang di indikasi membayar upah buru dibawah UMP.
Sala satu baliho perusahan yang di indikasi membayar upah buru dibawah UMP.

“Sesuai hasil investigasi dari teman-teman, mayoritas karyawan KAMM menerima upah di bawah UMP. Mereka juga menahan Ijasah asli semua karyawannya. hanya tingkat pimpinan di perusahaan ini yang bergaji di atas UMP,” ujar Ketua LSM Liksus.

Husein dan para aktivis LSM heran atas kebijakan manajemen KAMM yang mengangkangi kebijakan Olly tersebut.

Dari sisi jumlah Konsumen, KAMM sangat banyak karena target marketing di KOPERASI ANUGRAH MEGA MANDIRI adalah yang tertinggi di banding dengan Finance pada umumnya di Manado dan Sulawesi Utara. Sangat tak masuk akal jika manajemen memberikan upah atau gaji di bawah UMP ke semua karyawan KOPERASI yang bergerak di dunia Finance tersebut,” kata Ketua LSM “LIKSUS” yang akrab Disapa Teo.. tesebut.