Dugaan Skandal Proyek di Politeknik Manado Direspon Aparat Kejaksaan
Berita Utama Hukum

Dugaan Skandal Proyek di Politeknik Manado Direspon Aparat Kejaksaan

Kasie Pidsus Kejari Manado Parsaoran Simorangkir, SH, MH
Kasie Pidsus Kejari Manado Parsaoran Simorangkir, SH, MH

MANADOLINK – Polemik dugaan skandal proyek di Politeknik Negeri Manado mendapat respon aparat penyidik kejaksaan. Bahkan, sinyalemen praktik kotor di lembaga pendidikan tersebut bakal ditindaklanjuti.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Parsaoran Simorangkir, SH, MH mengatakan, sebagai aparat penegak hukum, sudah menjadi tugas dan kewajiban untuk menegakkan supremasi hukum di daerah ini. Dimana tambah putera asli Siantar ini, dugaan praktik kotor seperti ini menjadi keharusan pihaknya untuk meminimalisir dan memangkas habis tindakan tersebut. “Agar supaya dapat brrdampak bagi oknum ASN lainnya dan nemverikan efek jerah dan dampaknya praktik korupsi dapat dihilangkan,” jelas ayah dua orang putri ini.

JPKP MANADO NILAI ADA KEJANGGALAN

Ketua Jaringan Pemantau Kebijakan Pemerintah (JPKP) Kota Manado, Hendra Lumempouw menilai, ada sebuah kejanggalan mengenai hal tersebut. Menurut Lumempouw, dengan menghapus pesan WA untuk menjawab pertanyaan wartawan, tindakanSL alias Shal, oknum ASN di lingkup Politeknik adalah sebuah tindakan yang dapat menimbulkan tanda tanya besar. “Kalau memang tidak ada apa-apanya, ya silahkan dijawab. Untuk apa sudah dijawab lantas dihapus pesannya. Hal semacam itu akan menimbulkan pertanyaan serta spekulasi dan dugaan,” ulasnya panjang lebar.

Lumempouw yang dikenal aktivis dan penggiat anti korupsi ini juga mensanksikan pernyataan pihak Politeknik Manado lewat Tonny A, selaku humas. “Kalau saya sanksi jika laporan hasil pemeriksaan dari itjen belum ada sampai sekarang. Apa anda juga percaya sampai bulan November ini LHP belum diterima?” kata Lumempou bernada tanya. (*)