Gelar Diskusi, GMNI Manado Perkuat Ideologi Pancasila
Manado

Gelar Diskusi, GMNI Manado Perkuat Ideologi Pancasila

IDEOLOGI: Tiga pembicaraan dalam diskusi Pancasila yang digelar GMNI Manado.
IDEOLOGI: Tiga pembicaraan dalam diskusi Pancasila yang digelar GMNI Manado.

MANADOLINK – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Manado, menggelar kegiatan diskusi Pancasila dalam peringatan Hari Lahir Pancasila. Bertempat di hotel Lucky Inn, kegiatan yabg dirangkai dengan buka puasa tersebut, diprakarsai oleh Komisariat Fispol Unsrat (Swaradika).

Dalam diskusi itu, GMNI Manado ini mengusung tema “Pancasila 1 Juni 1945 dalam Ancaman Fundamentalisme Pasar” dengan pemateri Drs. Elias D. Pangkey, M. Pd selaku Ketua Bidang Ideologi DPD Persatuan Alumni (PA) GMNI Sulawesi Utara dan Safrin Titdoy, S. Hut selaku Ketua DPC GMNI Manado.

Kepada media ini, Safrin Titdoy Ketua DPC GMNI mengatakan, Pancasila adalah landasan dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Oleh sebabnya, generasi yang ada saat ini sebaiknya menjadi pelopor ideologi untuk zaman kini dan yang akan datang. “Pancasila sudah final dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat serta tidak lagi memandang suku, agama, dan ras juga tidak mengolongkan antara mayoritas dan minoritas.
Generasi milenial harus menjadi pelopor ideologi Pancasila dalam menghadapi ancaman fundamentalisme pasar yang mengendarai fundamentalis agama. Dan terlebih khusus GmnI harus merawat ideologi pancasila,” papar Titdoy.

Sedangkan Elias Pangkey, menjelaskan soals soal  orde baru yang menjadikan Pancasila sebagai tameng untuk memuluskan mereka melakukan kejahatan pada bangsa ini. Dimana, saat itu demokrasi hancur dan tidak ada keadilan bagi masyarakat.

Lebih jauh, dikatakan dia, tantangan dari Bangsa Indonesia yang rakyatnya nasionalis dan pancasilais adalah globalisasi dunia yaitu globalisasi ideologi transnasional dan globalisasi teknologi informasi serta juga sistem ekonomi kapitalistik yang saat ini melahirkan pemimpin yang feodalistis serta bersifat kapitalistis-imperialis dan juga melahirkan komprador yang merebut kekuasan untuk kepentingan pribadi.

Hal lainnya diutarakan Iverson Tampungan, Ketua DPK Fispol Unsrat (Swaradika), Maksud dan tujuan diselenggarakannya kegiatan ini untuk memberikan pemahaman sejarah tentang hari lahir pancasila pada 1 juni, dimana dewasa ini pancasila telah menjadi dikotomikan, ada kelompok pancasila 22 juni (piagam jakarta) berdasarkan syariat islam adapun kelompok pancasila 18 agustus yang merupakan kelompok pro rezim orde baru. Padahal hal tersebut merupakan satu rangkaian sejarah yang saling berkaitan dan tidak terpisahkan. Pada 1 juni 1945 istilah pancasila pertamakali disebutkan dalam pidato bung karno (tanpa teks) pada sidang bpupki tanggal 1 juni 1945. (*)