Advertisement
Advertisement
Novita: Pendidikan Politik Sedini Mungkin
Berita Utama

Novita: Pendidikan Politik Sedini Mungkin

Advertisement

 

Advertisement
Novita Umboh, SH, MH
Novita Umboh, SH, MH

MANADOLINK – Pendidikan politik bagi generasi muda sebenarnya merupakan tanggung jawab partai politik dalam mendidik dan memberikan pemahaman mengenai dinamika politik secara nasional.

Namun dalam realita, hal tersebut belum optimal. Bahwa pendidikan politik di kalangan remaja saat ini masih terbatas, ditambah dengan adanya ketidakberimbangan informasi politik yang beredar di masyarakat terutama yang disampaikan oleh media merupakan urgensi perlunya diadakan kegiatan yang dapat memberikan gambaran nyata kepada generasi muda tentang tugas dan fungsi parlemen.

Oleh karena itulah Sekretariat Jenderal dan Badan keahlian DPR RI, melalui Biro Pemberitaan Parlemen mengadakan kegiatan Parlemen Remaja yang diadakan tiap tahun sejak tahun 2008 silam. Hal ini disampaikan oleh Tenaga Ahli DPR RI Novita Nova Konny Umroh SH MH mengatakan Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ke-3 di dunia, perlu memberikan pendidikan politik dan demokrasi kepada para generasi muda sedini mungkin.

“diadakannya kegiatan parlemen remaja adalah adanya amanat dari Asosiasi Parlemen Dunia (IPU) yang menetapkan tanggal 15 September sebagai “International Day Of Democracy”. Indonesia sebagai bagian dari keanggotaan IPU diamanatkan untuk menyelenggarakan kegiatan Parlemen Remaja sebagai wahana pendidikan Demokrasi,”jelas Umboh kepada Manadolink, Kamis, 17/05/2018.

Menurutnya, sosialisasi Parlemen Remaja akan memberikan dampak pada peningkatan pemahaman para remaja tentang bagaimana proses demokrasi dan proses politik bekerja di Negara kita. Selain itu dapat lebih mengenalkan para remaja mengenai DPR RI sebagai Lembaga Negara yang melaksanakan fungsi politik baik di bidang legislasi, anggaran dan pengawasan.

” Di bulan Maret dan April hampir kurang lebih 1000 siswa dan mahasiswa sudah mengikuti kegiatan sosialisasi Parlemen Remaja sudah kami lakukan di beberapa sekolah dan perguruan tinggi di Sulut seperti SMA Negeri 1 Aermadidi, SMA Negeri 1 Bitung dan Universitas Negeri Manado (UNIMA). Tujuannya meningkatkan pemahaman remaja ( Siswa SMU/SMK dan Mahasiswa)tentang proses demokrasi di Indonesia melalui pelaksanaan simulasi Parlemen dan tentang proses pembuatan kebijakan publik di parlemen.

Selain itu, melalui sosialisasi Parlemen Remaja, mereka dididik untuk mengetahui proses politik di Indonesia sehingga memperkuat partisipasi publik dalam proses politik dan juga untuk meningkatkan kemampuan remaja dalam hal memahami tata cara berparlemen dan praktek debat politik di DPR-RI, meningkatkan pengertian dan pemahaman tentang demokrasi, menyuarakan aspirasi kelompok remaja dengan memberikan kebebasan untuk mengemukakan pandangan dan pemikiran politisi serta menggalang persahabatan abadi selepas pelaksanaan Parlemen Remaja.

Tenaga Ahli DPR RI Novita Nova Konny Umboh SH MH menyampaikan apresiasi kepada peserta peserta parlemen remaja 2018 terpilih dari beberapa sekolah

“Suatu kebanggan tersendiri karena bisa mengadakan bahkan bertemu langsung kegiatan Parlemen Remaja yang seharusnya sudah menjadi kewajiban bagi partai maupun sekolah serta perguruan tinggi untuk melakukan kegiatan sosialisasi Parlemen Remaja,”kata Tokoh Panutan Masyarakat Minut yang juga merupakan Tenaga Ahli Banggar DPR RI.(*)

Advertisement