Advertisement
Desa Wasian Layak Predikat Desa Toleran
Minut

Desa Wasian Layak Predikat Desa Toleran

Kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Minut, DR. Anggraini Norma Paat l, M.Si Sedang Mengikuti Ibadah KKR
Kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Minut, DR. Anggraini Norma Paat l, M.Si Sedang Mengikuti Ibadah KKR

MANADOLINK – Kota Manado boleh berbangga sebagai  kota paling “Toleran” se-Indonesia 2017. Sikap hidup saling menghargai mendapat skor tertinggi berdasarkan pemeringkatan indeks Kota Toleran 2017 yang dilakukan Setara Institute untuk 94 kota di Indonesia bulan November tahun lalu.

Namun siapa sangka, jika ada “Desa” di Sulawesi Utara (Sulut) yang toleransi antar sikap hidup saling menghargai bukan hanya sesama umat tetapi juga dengan antar badan agama, berhasil dalam menjaga toleran kerukunan antar umat beragama. Terletak tidak jauh dari bandara internasional GSSJ. Ratulangi, Desa Wasian berhasil mengkolaborasi kerukunan umat beragama dengan mengadakan kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) antar agama.

Terobosan toleransi antar umat ini berhasil dan sukses dilaksanakan oleh Hukum Tua Desa Wasian Fecky Wauran Amd TM, Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara (Minut) yang didukung oleh Badan Kerja Sama Antar Umat Agama (BKSAUA) desa Wasian.


Dalam acara KKR ini, Kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Minut, DR. Anggraini Norma Paat l, M.Si menyampaikan terima kasih kepada Hukum Tua desa Wasian yang telah mengadakan acara Ibadah KKR antar umat beragama dengan baik, kegiatan ini akan menjadi contoh bagi desa desa di Indonesia dalam menjaga toleransi meningkatkan kerukunan antar umat beragama.

” apreseasi yang luar biasa pemerintah dan masyarakat setempat, atas suksesnya acara ibadah KKR antar umat beragama yang dihadiri oleh umat Islam, umat Kristen, umat Khatolik dan umat Advent,”kata Paat.

Sementara sambutan mewakili pemerintah, Hukum Tua desa Wasian Fecky Wauran mengatakan kegiatan ibadah KKR oikumene sudah menjadi agenda rutin yang dilakukan dua bulan sekali. Setiap agama dan atau badan gereja kristen dan Katolik yang mendapat giliran adalah badan tersebut yang memimpin acara KKR antar umat beragama.

“Dan untuk ibadah ini adalah giliran umat muslim yang pimpin acara KKR antar umat beragama, dan berkoordinasi dengan anggota anggota BKSUAU yang terdiri dari 10 denomination gereja dan 1 dari agama Islam sehingga dikuatlah kesepakatan bahwa untuk ibadah KKR oikumene kami buat kolaborasi Kristen dan muslim berhubungan mayoritas di desa Wasian adalah Kristen,”jelas Wauran.

Selain itu, Wauran mengaku bangga karena kali pertama beribadah di balai desa yang  belum selesai, walau dalam tahapan penyelesaian diharapkan masyarakat bisa melihat hasil dari kerja sama semua masyarakat.

“Saya menghimbau agar supaya jangan  jemu jemu mengikuti ibadah yang diadakan oleh BKSAUA dan lebih giat lagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan balai desa agar pembangunan boleh cepat terselesaikan dengan baik,”kata Wauran.

Ibadah KKR ini dipimpin oleh Umat Islam dan pendakwa oleh Haji Wahyudi Abadi dan dihadiri oleh Kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Minut, DR. Anggraini Norma Paat l, M.Si Ketua BKSAUA desa Wasian pdt.  Marselinus Lape, S. Pak (GPI), Sekretaris BKSAUA desa Wasian Pdt. Paula Matindas, S. Th (GZPT), Bendahara BKSAUA desa Wasian Pdt. M. Tambuwun-Rintjap, S. Th (GPdI Lahai Roi) dan Anggota anggota BKSAUA desa Wasian diantaranya, Pdt. Jenni J Lumempouw (GBI), Pdt. Felma Lumempouw (GPSDI), Pdt. Rein Wowiling (GSJA), Pdt, Fentje Mongi STH (GMIM), Pdt.  Audy Pinatitj (GESBA), Pastor Supit Matindas, Pdt Sompie Tanpa STH (GPDI Irene), Imam Usman Tambi (Islam) dan utusan dari Gereja Advent serta ratusan jemaah.(*)