Advertisement
Berita Utama

Kowaas: Tuntaskan Sinyalemen Raibnya Miliaran Dana Kontrak Pedagang !

Advertisement
Jimmy Kowaas
Jimmy Kowaas

MANADOLINK – Kisruh di tubuh PD Pasar Manado, mulai menggelitik sejumlah kalangan di Kota Manado. Kali ini Jimmy Kowaas, mantan Direktur Utama PD Pasar Manado. Kowaas bahkan mensinyalir, dana administrasi untuk kontrak baru ratusan pedagang merupakan akal-akalan untuk meraup untung.

Advertisement

Alasan Kowaas, hingga saat ini kontrak ratusan pedagang di hadapan notaris tak kunjung ada. Bukan hanya itu, dengan lantangnya mantan pamong senior Pemkot Manado ini meragukan biaya administrasi sebesar Rp 2,5 juta tersebut. “Sekarang coba tunjukkan kontrak pedagang di hadapan notaris itu. Dan saya meragukan bea notaris sudah sebesar itu,” seloroh dia.

Apabila dihitung kotor, jumlah pedagang di Shoping Centre sebanyak 206 orang, pedagang di seputaran Jl. Siswomihardjo sebanyak 45 orang. Sementara pedagang di Jl Lembong sebanyak 25 orang, Pasar Bersehati sebanyak 178 orang dan Pinasungkulan sebanyak 176 orang, Pasar Tuminting sedikitnya 22 orang dan Eks Nusantara sebanyak 198 orang.  Dengan begitu, jumlah pedagang sekitar 937 orang dikalikan dengan jumlah dana yang disetorkan pedagang sebesar Rp Rp 1 juta hingga Rp 2,5 juta. “Jumlahnya miliaran rupiah hanya dari biaya kontrak notaris saja. Belum ditambah dengan pajak yang dibebankan kepada pedagang, padahal kalau mau jujur, pajak itu seharusnya bukan tanggungan pedagang,” papar mantan birokrat handal ini.

Untuk itu, Kowaas meminta agar pihak penyidik kepolisian dan kejaksaan dapat menangani perkara tersebut seprofesional mungkin. “Masalahnya sudah bersangkutan dengan hajat hidup orang banyak. Pedagang adalah warga Kota Manado yang juga adalah saudara-saudara kita semua,”  kuncinya.   (hendra)

Advertisement