Warga Bahu Tolak Alfamidi Tengah Pemukiman

20814946_1879374312326570_188552774_n

DEMO: Warga tolak keberadaan Alfamidi. (FOTO: maycle/manadolink)

MANADOLINK – Warga Kelurahan Bahu yang berasal dari lingkungan 6, 7 dan 8 turun kejalan menolak beroperasinya swalayan Alfamidi yang berada di tengah pemukiman warga, pada Sabtu (12/08/2017) siang.

Ferry Sagay bersama dengan LPM Bahu serta para pedagang warung kecil yang ada di kelurahan Bahu, melakukan protes karena keberadaan Alfamidi yang berada di tengah pemukiman warga.

 

20839561_1879374285659906_247228239_n

 

 

Penyebab penolakan warga diantaranya :

1. Surat keterangan yang diberikan oleh Lurah Bahu bukan peruntukkan usaha melainkan rumah tinggal, namun disalahgunakan oleh pemilik lahan. (point 3 dalam surat pernyataan).
2. Dengan beroperasinya “Alfamidi” akan menghancurkan ekonomi rakyat kecil dan masyarakat yang mempunyai usaha kecil tidak bisa membayar tagihan KUR dari BRI unit Bahu.
3. Mengganggu ketertiban dan keamanan lingkungan sekitar.

 

20815055_1879374288993239_1920653962_n

“Kami menolak kehadiran Alfamidi ditengah pemukiman karena akan menyebabkan kematian bagi masyarakat kecil khusus pemilik warung,” ujar Sagay

Salah seorang warga pun membacakan surat pernyataan dari pemilik usaha yang ditanda tangani oleh Lurah Bahu.

Warga pun meminta agar pihak pengelola Alfamidi untuk tidak beroperasi di tengah pemukiman warga seperti yang ada dilingkungan 6 tersebut.

“Sebaiknya pihak Alfamidi segera menghentikan kelanjutan pembangunan swalayannya tersebut. Karena dapat mengganggu perekonomian warga,” pungkas Syane salah satu orator.

 

20751466_1879374258993242_873278477_n

Ence salah seorang warga Bahu juga meminta legislator Manado agar mendukung usaha kecil warga dan berharap para wakil rakyat mendengar aspirasi warga yang ada.

“Para legislator agar mendukung usaha kecil menengah warga yang digaungkan oleh pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat. Dan para wakil rakyat untuk mendengar aspirasi warga,” kata Ence

Sementara itu, Lurah Bahu saat ditemui diruangan kerjanya beberapa waktu lalu menyatakan bahwa pihaknya hanya menandatangani surat pernyataan mengenai ijin rumah tinggal dan bukan untuk usaha.

“Saya tidak menolak investor, namun yang kami tandatangani adalah surat pernyataan mengenai ijin rumah tinggal dan bukan tempat usaha,” ujar Gampamole.

Saat di konfirmasi, Dantje Taroreh selaku pemilik lahan pun mengatakan bahwa memiliki dokumen perijinan yang sah yang dikeluarkan oleh instansi terkait.

 

20839186_1879374092326592_1955367194_n

“Sebelum bangunan berdiri, kami telah memiliki semua persyaratan untuk mendirikan usaha. Jadi tidak benar bila kami belum memiliki ijin,” tandasnya saat bertemu wartawan Manadolink.com dikediamannya.

 

20786618_1879374232326578_798989111_n

Taroreh juga menambahkan bahwa pihaknya juga mengadakan persyaratan bagi pengelola yakni Alfamidi untuk merekrut tenaga kerja lokal yang berasal dari Kelurahan Bahu sendiri.

“Kami meminta pihak Alfamidi untuk mempekerjakan tenaga kerja lokal yang memenuhi kompetensinya untuk direkrut sebagai karyawan, dan hingga saat ini sudah ada sekitar 10 orang yang direkrut,”tambahnya. (Maycle Soputan)

Comments are closed.