Advertisement
Berita Utama Hukum

Aksi Kekerasan Eks Cabup Minut Dikecam!

PELAKU: FMT alias Eta terduga kasus penipuan dibawa petugas polisi untuk menjalani pemeriksaan di Polda Sulut. (FOTO:DOC)
PELAKU: FMT alias Eta terduga kasus penipuan dibawa petugas polisi untuk menjalani pemeriksaan di Polda Sulut. (FOTO:DOC)

MANADOLINK – Sikap arogan yang ditunjukkan FMT alias Eta, eks calon bupati Minahasa Utara dengan melakukan pemukulan terhadap Ronny Lumempow, salah seorang wartawan saat melakukan peliputan di Polda Sulut, akhir pekan lalu, mulai menuai kecaman. Kecaman ini mengingat pelaku saat ini sedang menjalani proses hukum tindak pidana penipuan.

Sebagai sikap solidaritas wartawan, Hendra Lumempouw mengutuk tindak kekerasan tersebut. Lumempouw bahkan meminta agar pihak kepolisian menseriusi perkara ini. “Sikap seperti itu tidak bisa dibenarkan dimanapun di muka bumi ini. Untuknya aparat kepolisian harus menyikapi serius dan kami berjanji akan mengawal perkara ini sampai peradilan,” tegas dia.

Sementara akademisi sekaligus praktisi hukum Sulut, Ronny J Kasalang, SH MH mengatakan, tindakan kekerasan seseorang tidak dapat dibenarkan dalam aturan hukum. “Jika korban merasa dirugikan langsung saja dilaporkan,” tandas dia. Kasalang bahkan meyakini sikap kurang terpuji tersebut, akan menjadi pertimbangan majelis hakim dalam memutus perkara awal yang melilit pelaku.

Sebelumnya diberitakan, informasi yang dirangkum wartawan menyebutkan, kasus pemukulan ini berawal ketika, Eta yang jerat kasus penipuan dan penggelapan sudah dilakukan penahanan oleh tim penyidik Polda Sulut.

Saat tersangka Eta keluar dari sel tahanan Polda Sulut. Korban bersama dengan teman-teman yang lain berusaha mendekat untuk melakukan wawancara terhadap tersangka yang ketika itu mengunakan seragam tahanan warna orange.

Saat Eta hendak masuk ke ruangan penyidik, korban Ronny Lumempow berusaha untuk mengambil gambar tersangka. Nah, tanpa diduga oleh korban, Eta malah berbalik dan langsung menampar korban dengan keras dibagian pipi kiri dan bagian telinga. Kejadian ini terjadi tepat didepan ruangan Jatanras.

Kepada teman wartawan yang sama-sama melakukan peliputan di Polda Sulut, korban mengakui jika dirinya benar dipukul oleh tersangka saat mengambil gambar. ” Saya akan tempuh jalur hukum,” aku Ronny.Dengan mengunakan seragam tahanan Polda, Eta dibawa ke ruangan penyidik.Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulut
Kombes Pol Ibrahim Tompo ketika dikonfirmasi ia membenarkan peristiwa yang dialami korban. ” Jika merasa dirugikan silahkan tempuh jalur hukum,” ujar Tompo. (***)