Advertisement
Berita Utama

Kasus Pelecehan Siswi SMK, LPSK ‘Warning’ Walikota

Walikota Manado Dr GS Vicky Lumentut, SH, DEA
Walikota Manado Dr GS Vicky Lumentut, SH, DEA

MANADOLINK – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) meminta agar Walikota Manado Dr GS Vicky Lumentut SH, DEA, untuk memberikan perhatian serius akan jalannya penanganan perkara dugaan pelecehan seksual yang menyeret oknum pejabat di lingkup Pemkot Manado.

Surat yang ditandatangani langsung oleh Ketua LPSK, Abdul Haris Sekendawai meminta agar Lumentut selaku atasan langsung oknum pejabat dimaksud, memprioritaskan serta memberikan atensi khusus terhadap jalannya perkara itu. “Gubernur Sulut juga mendapatkan tembusan surat dari LPSK,” jelas Sofyan Jimmy Yosadi, SH selaku kuasa hukum siswi SMK N I Manado yang menjadi korban pelecehan.

Surat yang dilayangkan itu, telah melalui mekanisme pleno antar komisioner lembaga negara yang khusus menangani perlindungan korban. “Sudah melalui mekanisme pleno komisioner LPSK. Jadi hal ini bukan main-main dan harus diperhatikan bapak walikota,” pinta Yosadi.

Seperti diketahui, Bunga, Siswi SMK N I Manado yang menjadi korban pelecehan oleh oknum pejabat Manado, akhirnya resmi melapor ke pihak berwajib. Bunga bersama orang tuanya, didampingi aktivis perlindungan perempuan dan anak, mendatangi Polda Sulut membawa permasalahan ini untuk diproses lebih lanjut.

Saat dihubungi media ini, Bunga mengaku telah diperiksa penyidik polisi mengenai laporannya. “Kita sudah diperiksa polisi ditemani oleh ibu aktivis perempuan dan anak,” aku Bunga.

Bunga menjelaskan segala duduk persoalan dan ikhwal kejadian miris yang menimpanya. “Semuanya sudah kita bilang pa pak polisi dari awal kejadian, sampe kita dapa telepon dari staf di dinas pariwisata le, so catat di laporan polisi,” tutur Bunga polos.

Seperti diketahui, kejadian ini benar benar memalukan dan menggegerkan lingkup Pemerintah Kota Manado. Bagaimana tidak, kelakuan salah satu oknum pejabat Kota Manado, dengan beraninya melecehkan seorang siswi SMK yang sedang menjalankan PKL di kantornya, Rabu pagi pekan lalu.

Perbuatan yang amat mencoreng muka pemerintah kota ini terjadi di pagi hari, saat sejumlah pegawai di instansi yang dipimpin oknum pejabat cabul itu sedang menanti waktu apel pagi. Lebih memiriskan lagi, kelakuan tak patut ditiru itu, dilakukan oknum pejabat tersebut di dalam ruangan kerjanya sendiri. (***)