Manado

Aplikasi SIP Diluncurkan Dinkes Manado

FOTO BERSAMA: Launching Sistem Informasi Puskesmas Dinkes Manado.(Foto: Hendra Manadolink)
FOTO BERSAMA: Launching Sistem Informasi Puskesmas Dinkes Manado.(Foto: Hendra Manadolink)

MANADOLINK – Dinas Kesehatan (Dinas Kesehatan) Kota Manado melakukan terobosan baru. Instansi teknis ini meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Puskesmas belum lama ini. Pada kesempatan itu dihadiri Kepala Dinkes Robby Jansen Motto beserta kepala Puskesmas se-kota Manado.

Menurut kepala Dinkes Kota Manado Robby Jansen Motto, dengan adanya aplikasi SIP diharapkan  perubahan dan peningkatan di setiap pelayanan publik maupun sarana dan prasarana yang kurang di setiap puskesmas di kota Manado sehingga mampu memberikan hasil yang optimal.

“Tersedianya Aplikasi Sistim Informasi Puskesmas (SIP) dalam 60 hari, tercapainya program pelayanan kesehatan sesuai standart dengan target yang telah ditentukan, pimpinan dapat mengambil kebijakan dengan cepat dan tepat dan  masyarakat dapat dengan cepat mengakses informasi pelayanan kesehatan,” jelas Motto.

Senada dengan Kadinkes, penyusun aplikasi SIP Moudy A.W. Tumimomor, SE juga menjelaskan bahwa aplikasi ini diluncurkan karena disebabkan beberapa hal diantarnya sistem pencatatan dan pelaporan di beberapa puskesmas kota manado yang dinilai belum berjalan dengan baik seperti terlambat dan kurang terkordinirnya pencatatan dan pelaporan mengakibatkan pengambilan kebijakan juga terlambat. “ begitu juga dengan sarana dan prasarana yang tersedia belum memadai terutama ruangan data dan informasi baik di Dinas Kesehatan maupun Puskesmas.

Lanjutnya, dengan melalui SIP setiap SDM di setiap Puskesmas mampu membuat suatu sistem pencatatan dan pelaporan yang baik agar lebih cepat, tepat dan transparan, dapat membuat tempat atau ruangan khusus di Dinkes maupun puskesmas sebagai Bank Data serta ditunjang dengan fasilitas sarana dan prasarana yang memadai serta dapat menempatkan pegawai yang berkualitas dalam bidang data dan informasi

“Sehingga kondisi yang harapkan dapat membuat laporan umpan balik ke seluruh sarana pelayanan kesehatan dan stakeholder yang ada secara periodik dan sistem informasi tentang pelayanan kesehatan menjadi lebih mudah diakses oleh seluruh stakeholder yang ada serta mampu dalam pengambilan keputusan atau kebijakan secara cepat, tepat dan transparan,” tutup Tumimomor. (hendra)