Advertisement
Berita Utama Hukum Manado

Perkara Pelecehan Oknum Pejabat Manado Batal Dihentikan?

Advertisement
LANJUT: Debat ilmiah antara pihak penyidik yang terdiri dari sejumlah unsur kepolisian bersama dengan Komda Perlindungan Anak dan PH Korban. (FOTO:Sofyan)
LANJUT: Debat ilmiah antara pihak penyidik yang terdiri dari sejumlah unsur kepolisian bersama dengan Komda Perlindungan Anak dan PH Korban. (FOTO:Sofyan)

MANADOLINK – Kasus pelecehan terhadap Bunga (16) oknum siswi SMK N I Manado, yang kabarnya dilakukan oknum pejabat teras di lingkup Pemkot Manado memasuki babakan baru. Sinyalemen bakal dihentikannya proses penanganan perkara tersebut akhirnya pupus sudah.

Advertisement

Dalam gelar perkara yang dilakukan di ruang gelar perkara Reserse Kriminal Umum Polda Sulut, pagi hingga siang tadi, menelorkan kesepakatan, kasus yang sangat mencoreng pemerintahan Walikota Manado Dr. GS Vicky Lumentut, SH, DEA dan Wakil Walikota Manado, Mor D Bastian, SE akan memasuki tahapan pendalaman dan penambahan sejumlah saksi baru serta bukti lainnya. “Kami meminta agar pihak penyidik Polda Sulut lebih mendalami masalah ini dan kami menyatakan kesiapan untuk membantu penyidik dalam penambahan saksi-saksi lainnya untuk menguatkan pembuktian,” tegas Sofyan Jimmy Yosadi, SH selaku penasehat hukum korban.

Selain penambahan saksi lainnya, Yosadi meminta agar pihak kepolisian melakukan terobosan dalam penanganan masalah. “Karena telah dideklarasikan Presiden RI, Joko Widodo, bahwa kasus pelecehan anak di bawah umur adalah extra ordinary crime. Untuk itu perlu penanganan yang luar biasa pula. Penyidik harusnya melakukan terobosan hukum, agar supaya lebih memperjelas duduk perkara ini,” ulas Yosadi panjang lebar sambil mengatakan kalau permasalahan ini tetap berjalanan penyelidikkannya. (***)

Advertisement