Advertisement
Berita Utama Hukum

Kejari Manado Lamban Tangani Kasus Korupsi

LAMBAN: Penanganan perkara korupsi kian memperburuk citra institusi ini. (FOTO:DOC)
LAMBAN: Penanganan perkara korupsi kian memperburuk citra institusi ini. (FOTO:DOC)

MANADOLINK – Lambannya penanganan perkara korupsi di Kejaksan Negeri (Kejari) Manado menandakan betapa  buruknya kinerja korps kejaksaan yang dikepalai Budi H Panjaitan SH MH.

Hal ini terlihat dari beberapa sejumlah perkara yang sampai saat ini masih berproses di Kejari Manado. Informasi yang ada, dugaan Tindak Pidana Korupsi  seperti penyelewengan dana pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Mall, Apertemen, Hotel dan tempat usaha lainnya pada Dinas Tata Kota Manado, Penyimpangan dana Bantuan Opersional Sekolah (BOS), dana Komite Sekolah bersumber dari dana orang tua murid tahun 2015 dan dana bantuan lainnya pada SMK N 2 Manado, padahal kasus ini sudah berlabuh di Kejari Manado sejak setahun lalu.

Tidak jauh berbeda dengan kasus dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana operasional PD. Pasar Manado, periode 22 Mei 2013 sampai dengan  23 Agustus 2014 di bawah kepemimpinan Rufinus Arief Siswadi alias DS.

Akibat lambannya penanganan kasus-kasus korupsi  di Manado membuat Kejari Manado menjadi sorotan bahkan pelaporan ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Hal ini dibuktikan dengan beredarnya surat Inspektur V Kejaksaan Agung Republik Indonesia dengan nomor : 145/H.2/Hkt.1/09/2016 tertanggal 26 September 2016. Dalam surat tersebut berisi adanya laporan dari LSM anti suap tentang perihal dugaan adanya oknum jaksa pemeras. Dugaan perbuatan pelanggaran displin dan penyalagunaan wewenang yang dilakukan oleh oknum pegawai jaksa pada kejaksaan negeri Manado tertuang dalam surat perintah Jaksa Agung Muda Pengawasan nomor : Print-230/H/Hjw/9/2016 tanggal 21 September 2016

Untuk diketahui, kasus PD Pasar periode 2013-2014 saat Didi Sjafii menjabat Direktur Utama berhasil mendapatkan pemasukan sebesar 18.518.896.550 yang didapat dari harian pasar,jasa kebersihan, jasa parkir dan jasa listrik, harian pasar jasa kebersihan dan jasa listrik bulanan, sewa ruangan, jasa kebersihan ruangan, jasa MCK, perikatan/kontrak, sewa ruangan /kios, dan ruko PD Pasar, dan pinjaman kredit dari PT. Bank Rakyat Indonesia cabang Manado dengan nomor B.150-KC/X11/ADK/12/2013 tertanggal  23 Desember 2013.

Namun dai pemasukan sebesar itu, ternyata DS hanya dapat membayar gaji karyawan di tahun 2013 dan Januari- Februari 2014, sementara untuk gaji karyawan Maret sampai Agustus 2014 sebesar 1.838.173.361.206 tidak dibayarkan. Sehingga pinjaman dari bank BRI cabang Manado di pertanyakan. Anehnya, dari total pendapatan PD Pasar 2013- 2014 sebesar 18.518.896.550 DS tidak membuat Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) sehingga dalam laporan neraca keuangan PD Pasar kota Manado. (***)