Advertisement
Berita Utama Hukum Manado

Penanganan Perkara Pelecehan Oknum Pejabat Manado Dipertanyakan

TEGAS: Sofyan Jimmy Yosadi, SH saat diwawancarai sejumlah media di Mapolda Sulut. (FOTO: manadolink)
TEGAS: Sofyan Jimmy Yosadi, SH saat diwawancarai sejumlah media di Mapolda Sulut. (FOTO: manadolink)

MANADOLINK – Sofyan Jimmy Yosadi, SH, penasehat hukum (PH) korban pelecehan oknum pejabat Kota Manado, mempertanyakan proses penanganan pekara tersebut. Saat menghadirkan saksi mahkota, sore tadi di Mapolda Sulut, Yosadi secara resmi melayangkan surat permohonan informasi penanganan perkara Laporan Polisi No: LP/795/IX/2016/SULUT/SPKT tertanggal 15 Sepember 2016.

Yosadi yang juga merupakan tokoh BKSUA Sulut ini mengatakan, sesuai amanat undang-undang, pihaknya berhak mendapatkan informasi seputar penanganan perkara yang mencoreng citra Pemerintah Kota Manado itu. “Sebagai penasehat hukum yang diberikan kuasanya oleh keluarga, kiranya kami memperoleh info penanganan perkara ini,” tukas Yosadi dihadapan sejumlah wartawan di koridor Unit Jatanras Direktorat Reskrimum Polda Sulut.

Lebih jauh dijelaskannya, sebagaimana konstruksi hukum yang disangkakan terhadap terlapor, yakni UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak ,junto UU nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002, sejumlah bukti yang ada sudah semakin jelas. “Saksi-saksi yang dihadirkan sudah semakin membuka tabir peristiwa ini dan kami yakin hal ini akan jelas dan terang benderang,” tandas advokat yang menjunjung tinggi idealisme dan profesionalisme profesinya.

Keyakinan Yosadi tersebut menyusul bukti-bukti tambahan yang ada serta keterangan salah seorang saksi yang dihadirkan hari ini. “Saksi yang kami hadirkan adalah saksi yang mendengar langsung pengakuan terlapor, dimana terlapor mengakui  perbuatannya saat memimpin doa dan sesudahnya. “Saat terlapor berdoa di rumah korban, sempat mengucapkan pengakuan perbuatan dan meminta ampun atas perbuatannya itu,” ungkap Yosadi. (tim)