Berita Utama Manado

Ckckckck….Oknum Pejabat Manado Datangi Rumah Korban Pelecehan

TESTIMONI: Kutipan pernyataan korban pelecehan di bawah umur dalam surat pernyataannya. (FOTO:DOC)
TESTIMONI: Kutipan pernyataan korban pelecehan di bawah umur dalam surat pernyataannya. (FOTO:DOC)

MANADOLINK – Entah maksud apa hingga tiba-tiba oknum pejabat Kota Manado, yang diduga melakukan pelecehan terhadap Bunga (16), siswi SMK N I Manado, tiba-tiba mendatangi rumah korban pelecehan, di bilangan Pal Dua, sekira pukul 11.45 WITA, siang tadi.

Menurut penuturan korban, saat itu di rumah korban didatangi dua oknum yang mengaku dari Kementerian Sosial RI. “Saat itu, kedua orang datang mengaku dari kementerian sosial untuk melakukan konseling,” papar Bunga saat berbincang semalam.

Tak berapa lama kemudian, ada oknum lagi yang datang. “Waktu itu kita ada di kamar, kita dengar ada orang lagi yang datang ketemu dengan kita pe oma,” ujar korban.

Namun betapa terkejutnya korban, saat mengetahui oknum yang datang tersebut adalah oknum pejabat Manado yang sedang bermasalah dengannya. “Waktu kita lia tau yang datang adalah kadis, kita sempat shock,” tukas korban.

Saat hendak keluar kamar, korban mendengar suara oknum pejabat tersebut sedang berdoa bersama dengan nenek korban dan dua oknum yang sebelumnya mendatangi rumahnya. Saat itu, tambah korban, dirinya mengurungkan niat untuk keluar kamarnya. “Nanti so klar berdoa baru kita kaluar. Abis itu kita tanya pa dia (Oknum Pejabat-red) kiapa bapak datang di sini. Ada maksud apa do. Setelah bapak so beking malo pa kita kong mo datang pa kita pe rumah,” koar Bunga menjelaskan peristiwa saat itu.

Dengan gaya kalemnya, oknum pejabat tadi tidak menjawab seluruh pertanyaan korban. Bahkan oknum pejabat tersebut sempat memegang tangan korban sambil mengatakan sesuatu kepada korban. “Mar kita langsung tarek kita pe tangan. Karena dia nyanda jawab kita ada tanya maksud bapak datang,” jelas korban.

Bukan hanya itu, korban mengaku malu atas perbuatan oknum tersebut. Bahkan seluruh uneg-uneg dalam hati korban diakuinya telah ditumpahkan kepada oknum pejabat tersebut. “Kita dengar orang bilang kita yang jaga goda pa bapak, maksudnya apa itu. Memangnya butul so kita jaga goda pa bapak,” ketus korban.

Hingga oknum pejabat tersebut pulang, korban tetap tidak menerima peristiwa memalukan yang menimpanya akhir Agustus lalu. (tim)