Advertisement
Berita Utama Hukum Manado

Spesifikasi Kapal Pariwisata Diragukan?

MILIARAN: Inilah kapal pariwisata yang setahun belum juga diserahkan. Coba tebak, berapa harga kapal yang katanya fiberglass bermateri kayu? (FOTO:manadolink)
MILIARAN: Inilah kapal pariwisata yang setahun belum juga diserahkan. Coba tebak, berapa harga kapal yang katanya fiberglass bermateri kayu? (FOTO:manadolink)

IMG_20160901_102827MANADOLINK – Kabar yang menyebutkan adanya indikasi kerugian keuangan negara pada proyek pengadaan dua unit kapal pariwisata berbandrol Rp 2,4 miliar, bukan isapan jempol semata. Bagaimana tidak, dari hasil penelusuran ditemukan, kapal yang seharusnya menggunakan bahan dasar fiber, ternyata dilapisi dengan papan kayu untuk menjaga ketebalannya. Bahkan dalam investigasi yang dilakukan, salah seorang pekerja kapal mengakui kalau kapal tersebut hanya dilapisi fiber tipis.

Belum lagi enggine kapal.  Semestinya mesin kapal dengan anggaran miliaran rupiah berada di dalam badan kapal. “Kalau dilihat sekilas mesinnya berkisar enampuluhan juta. Cukup murah untuk ukuran kapal wisata dengan pagu miliaran rupiah,” celetuk salah seorang warga di sekitar galangan tempat pembuatan kapal di Desa Arakkan.

Hal ini menguatkan informasi yang menyebut, adanya penolakkan Prof Masengi, selaku tim ahli/teknis pengadaan kapal, untuk menandatangani PHO atau dokumen pemeriksaan fisik dan penerimaan kapal dari pihak ketiga. Bukan hanya itu, tim ahli telah mengirimkan surat kepada PPK perihal tidak sesuainya pembuatan kapal dengan spesifikasi yang tertera dalam kontrak. Sayangnya, Prof Masengi belum dapat dikonfirmasi. Dihubungi via ponselnya pun tidak pernah membalas.

Beberapa waktu lalu, Stella Hosang, SE, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek pengadaan kapal pariwisata menandaskan, keterlambatan disebabkan oleh pihak ketiga, dalam hal ini CV Makmur Jaya Cngun.  (steven)