Setahun tak Terealisasi, Pengadaan Kapal Pariwisata Manado Ca Beres!

TAK TEREALISASI: Pengadaan kapal seperti ini, hampir setahun pengerjaannya tak kunjung selesai. (FOTO: DOC)

TAK TEREALISASI: Pengadaan kapal seperti ini, hampir setahun pengerjaannya tak kunjung selesai. (FOTO: DOC)

MANADOLINK – Pelaksanaan proyek pengadaan kapal pariwisata di lingkup Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Manado ditengarai kurang jelas. Bukan hanya itu, indikasi pelanggaran yang berdampak pada kerugian keuangan daerah sangat besar terlihat. Apa pasal, hingga mendekati penghujung tahun 2016, kedua unit kapal tak kunjung diterima pihak Disparbud Kota Manado selaku instansi yang menyediakan pekerjaan.

Dari informasi data serta fakta yang diinvestigasi media ini menyebutkan, pengadaan dua unit kapal pariwisata yang dikerjakan CV Makmur Jaya Cngun, dengan Direktur Dedi M Y Lembong itu diambil pada APBD Disparbud Kota Manado Tahun Anggaran 2015. Dimana pengerjaan proyek tersebut dilaksanakan oleh F alias Ko Franky itu diduga kuat tidak sesuai spesifikasi yang tertera dalam kontrak.

Itu sebabnya, kedua unit kapal yang direncanakan menjadi andalan Pemkot Manado dalam menunjang program unggulan Walikota Dr GS Vicky Lumentut, SH, DEA tak kunjung terealisasi.

Menurut sumber kuat media ini, kedua kapal tersebut berada pada galangan kapal di daerah Bolmong. “Ada di galangan kapal belum digunakan,” papar sumber.

Menariknya, beberapa staf di SKPD yang bermarkas di kawasan Mega Mas itu sempat menyebut kalau salah satu kapal yang diadakan tidak laik untuk digunakan. “Kapalnya miring, kondisi mesin pun kami ragukan karena jalannya sangat lamban,” ungkap staf tersebut sambil mewanti agar namanya tidak dipublikasikan.

Informasi lainnya menyebut, pihak Disparbud Kota Manado telah membayar 75 persen dari anggaran dalam kontrak. Dengan demikian total dana yang telah dikeluarkan adalah sebesar Rp 1,8 miliar. “Dengan total dana miliaran yang dikeluarkan itu, barangnya belum bisa diterima hingga saat ini,” jelas sumber lagi. Sebagai buktinya, pihak pemberi pekerjaan (Disparbud) belum pernah membuat berita acara penerimaan atau BA Pemeriksaan dan Penerimaan Barang.  “Itu sebabnya paket pekerjaan itu tidak dapat dibayarkan seratus persen,” bebernya.

Setelah dikorek keterangannya lebih jauh lagi, ternyata didapati kalau tim ahli pemeriksaan kondisi fisik kapal yang dikepalai Prof Masengi, enggan menandatangani berita acara pemeriksaan. Alasannya, kendisi fisik kedua unit kapal tersebut masih jauh dari spesifikasi teknis yang disyaratkan,” koar pria berperawakan sedang ini sembari menyarankan agar hal tersebut dikonfirmasi kepada Prof Masengi.

Sementara itu, Stella Hosang SE, Kasubag Keuangan Disparbud Kota Manado, yang juga sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek tersebut, saat dikonfirmasi via SMS membantah hal tersebut.

Seperti diketahui, dalam proyek tersebut, bertindak selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) adalah Hendrik Warokka, SPd, DEA. Sedangkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) adalah Tedi S. Kolibu, ST (ira)

Tags: , , , ,

Comments are closed.