Kantongi Calon Tersangka, Dugaan Penyimpangan DAK SMK 8 Naik Status

RAWAN: Pembangunan RKB seperti ini cukup rentan terjadi penyimpangan. (FOTO:DOC)

RAWAN: Pembangunan RKB seperti ini cukup rentan terjadi penyimpangan. (FOTO:DOC)

MANADOLINK – Dugaan penyimpangan dana pembangunan ruang kelas baru (RKB) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 8 Manado segera memiliki tersangka. Status perkara tersebut telah dinaikkan dari penyelidikan ke penyidikan oleh penyidik Polresta Manado.

“Kami akan ekspos ke BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi) Sulut, kalau sudah keluar langsung digelar penetapan tersangka,” demikian ujar Kasat Reskrim Polresta Manado, Kompol Edwin Humokor seperti dikutip dalam situs Berita Kawanua.

Mantan Kasat Reskrim Polres Sangihe ini menjelaskan, penyidik masih akan memanggil sejumlah saksi kunci untuk dimintai keterangan lagi. Pemanggilan ini untuk kelengkapan bukti-bukti yang sudah ada untuk penghitungan kerugian negara.

“Yang dipanggil adalah kepala sekolah, guru-guru dan mantan kepala dinas (kadis) pada saat pembangunan ruang kelas baru,” terangnya.

“Jadi kita menunggu hasil audit BPK, penetapan tersangka, pemeriksaan tersangka dan pelimpahan berkas ke kejaksaan,” tambahnya lagi.

Meski demikian, identitas calon tersangka masih belum dapat dipublikasikan. Alumnus FH Unsrat ini enggan berspekulasi. Meski demikian, mantan Kasubdit Tipikor Polda Sulut ini memberikan sedikit petunjuk, dimana status tersangka bergantung kerugian negara dan oknum berkompeten.

“Karena instansi pemerintah yang ditunjuk untuk masalah tindak pidana korupsi adalah BPKP. Jadi kita menunggu hasil audit BPKP,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, anggaran pembangunan ruang kelas baru SMK Negeri 8 Manado, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Diknas 2012, sebesar Rp 1,6 milliar. Pembangunan itu terindikasi penyelewengan, karena pekerjaan tidak rampung. (***)

 

Tags: , , , ,

Comments are closed.