Hukum

Mantan Dirut PD Pasar Dituntut 3 Tahun Bui

SEMRAWUT: Suasana Pasar Pinasungkulan yang makin semrawut. (FOTO: BK)
SEMRAWUT: Suasana Pasar Pinasungkulan yang makin semrawut. (FOTO: BK)

MANADOLINK – Jimmy Kowaas, mantan Direktur Utama PD Pasar dituntut hukuman tiga tahun enam bulan penjara, Rabu (30/3). Jaksa Penuntut Umum Alexander Sulung, SH menuntut terdakwa dengan pidana penjara 3 tahun 6 bulan serta denda Rp 100 juta, subsidair 6 bulan kurungan penjara dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Manado.

Selain itu, terdakwa juga diwajibkan bayar ganti rugi sebesar Rp785 juta, dan pengganti dengan pidana kurungan selama 1 tahun 6 bulan penjara.

JPU berkeyakinan, Kowaas secara sah dan meyakinkan telah melanggar pasal 3 jo pasal 18 UU Republik Indonesia No 31 tahun 1999 yang diubah dan ditambah dengan UU Republik Indonesia No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasa Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana jo pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Dimana diketahui, sejak tahun 2012 hingga 2013 tanpa pesetujuan Direksi, melakukan peminjaman kepada pihak ke tiga sebesar Rp700.000.000 dan sebesar Rp85.000.000 dengan bunga pinjaman sebesar 20%, dengan cara memerintahkan saksi Tommy Tendean selaku koordinator pasar bersehati dan saksi Marthin Raimond Mukuan untuk melakukan peminjaman kepada pihak ketiga tersebut. Uang-uang hasil pinjaman tersebut, kemudian dibawa langsung oleh Tommy Tendean didampingi Muhammad Donald Pandiangan untuk diserahkan ke terdakwa yang diterimanya di ruang kerja di Kantor PD Pasar Kota Manado.

Uang tersebut, digunakan terdakwa untuk kepentingan dirinya dan tidak didukung dengan bukti-bukti kwitansi-kwitansi pengeluaran dana serta tidak dicatat sebagai biaya operasional Direktur Utama.
Kemudian, untuk menutupi perbuatan terdakwa, terdakwa memerintahkan Evaline Christine Runtuwene, Tommy Tendean serta Marthin Raimond Mukuan agar membuat dokumen pertanggunghawaban pengeluaran fiktif, seolah-olah uang tersebut dipergunakan untuk biaya operasional biaya kegiatan ketertiban pasar, kebersihan pasar, dan biaya-biaya pengeluaran untuk pemeliharaan pasar bersehati dan pasar pinasungkulan. Padahal, kenyataanya kegiatan-kegiatan tersebut tidak pernah dilaksanakan alias fiktif belaka.

Sidang yang diketuai Vincentius Banar, SH menunda sidang hingga dua pekan depan dengan agenda pembelaan (Pledoi). (WAN)