Advertisement
Berita Utama Manado

Antara Vicky, Ai, HJP dan Imba

KANDIDAT: Pertarungan ketat para politisi handal menduduki orang nomor satu di tempat ini. (FOTO:CN/Doc)
KANDIDAT: Pertarungan ketat para politisi handal menduduki orang nomor satu di tempat ini. (FOTO:CN/Doc)

LIMA pasang calon telah resmi mendaftarkan diri di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Manado, penghujung bulan Juli lalu. Namun demikian, kelima ‘petarung’ ini, masih belum dapat dipastikan mengikuti perhelatan kepala daerah di Kota Manado.

Masih ada proses yang sementara dilakukan para komisioner KPUD Kota Manado. Semuanya itu adalah proses verivikasi administrasi yang diajukan para kandidat calon pemimpin kota. Jika nantinya diperkenankan, kelima pasang calon yang terdiri dari empat pasang melalui partai politik dan satunya memilih jalur independen bakal bertarung menduduki kursi nomor satu di kota ini.

Besar kemungkinan pasangan calon yang diusung parpol dapat dipastikan lolos ke fase berikutnya. Sementara calon independen, masih menunggu penuh harap hingga 24 Agustus mendatang.

Ke empat pasang calon, yakni Hanny J Pajouw, SE Ak-Tony Rawung, Jimmy Rimba Rogi, S.Sos-Bobby Daud, Dr. Harlley Mangindaan SE,MSM-Jimmy Asiku dan Dr. GS Vicky Lumentut, SH DEA-Mor Dominus Bastiaan, bakal memasuki arena perang bintang. Bagaimana tidak, ke empatnya merupakan kandidiat berpotensi besar memenangkan perhelatan akbar itu.

Sebut saja HJP-ToRa, pasangan kolaborasi kuning merah, yang diusung partai pememang pemilu di republik ini memiliki modal bagus dalam peolehan suara. HJP adalah salah satu peraih suara terbanyak dari Partai Golkar saat pilcaleg yang baru lewat. Kantong suara bendahara PG Sulut ini adalah wilayah utara Kota Manado dan berhasil menghantarnya ke DPRD Provinsi Sulut. Akan halnya ToRa, peraih suara terbanyak dari dapil Mapanget-Singkil. Sayang, perpaduan keduanya itu bakan menjadi sandungan serius dalam ajang suksesi walikota kali ini. Pasalnya? Keduanya bakal memiliki kantong suara yang sama. Di mana, wilayah Singkil-Mapanget merupakan bagian dari Manado Utara yang merupakan pundi suara HJP.

Sementara Imba, sapaan akrab mantan Wali Kota Manado 2006-2008 ini memiliki kekuatan yang cukup signifikan saat dia berhasil mengendarai DB 1 A beberapa tahun lampau. Sayangnya, dengan status mantan narapidana yang disandangnya merupakan batu sandungan untuk kiprahnya kali ini. Terpidana 8 tahun penjara ini nantinya diperhadapkan dengan mosi ketidakpercayaan masyarakat dengan masalah korupsi yang pernah dibuatnya semasa menjabat sebagai wali kota. Namun begitu, Imba memiliki amunisi lain dalam arena ini. Imba mengambil pasangan Bobby Daud, yang faktanya merupakan satu-satunya politisi muslim yang bertarung pada pilkada Manado.

Bagaimana dengan Ai? Putra mantan Gubernur Sulut ini sejak awal merasa yakin untuk melangkah. Gilanya lagi, Ai yang saat ini menjabat sebagai wakil wali kota dengan gagah berani menantang GS Vicky Lumentut yang nota bene merupakan wali kota pasangannya pada pilkada 2010 waktu lalu.

Mengandalkan popularitas selama menjabat sebagai orang nomor dua di kota ini, Ai berani berjibaku dan menggandeng Jimmy Asiku yang dinilai masih hijau dalam kancah politik kota manado.

Kesempatan terbesar ada di tangan Dr GS Vicky Lumentut, SH DEA. Sang incumbent yang terus mengusung politik santun ini, terus berbangga menuju pintu suksesi. Praktis peluang besar ini didapat dari hasil kerjanya selama menjabat sebagai wali kota lima tahun ini. Program yang dicanangkannya terbukti efisien bagi warga Kota Manado. Belum lagi prestasi yang didapatkan di tingkat nasional, seorang GSVL patut mendapat simpati warga. Apalagi, kepiawaian GSVL memilih pendampingnya. Adalah Mor Dominus Bastian, enterpreneur dan juga dikenal sebagai politisi Partai Demokrat handal. Gabungan pengalaman dan keahlian antara keduanya bakal menjadi modal paling mendasar bagi mereka berdua. (*)

catatan pendek pilkada Kota Manado, oleh; Jasson SS