Advertisement
Berita Utama Manado

Politik Santun Terabaikan, Mana yang Torang mo Pilih Dang Toh?

BERSAMA: Satu tahun lagi  pasangan ini memimpin Kota Manado, masihkah berjalan beriringan? (FOTO: doc.manadolink)
BERSAMA: Satu tahun lagi pasangan ini memimpin Kota Manado, masihkah berjalan beriringan? (FOTO: doc.manadolink)

KIBLAT politik santun yang diusung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), selaku pendiri dan juga ketua umum partai berlogo bintang mercy ini nampaknya harus puas menjadi retorika semata. Mengapa?

Pertanyaan besar itu sangat bisa dijawab dengan kondisi dan realita di tubuh Partai Demokrat Sulawesi Utara.

Sang Ketua DPD I PD Sulut, harus bisa mengurut dada menahan sakit dideritanya. Kata SANTUN tampak mulai menjauh dari biduk partai didominasi warna biru syahdu itu. Langkah bijak yang terus diperlihatkan Dr.G.S.Vicky Lumentut SH, DEA selama ini, agaknya tercoreng moreng dengan tingkah dan laku personilnya sendiri.

PASSED, kata yang berkonotasi negative dalam hal ini. Prosedur diabaikan, melenggang mulus ke Jakarta dan pada akhirnya membawa Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat (PD) bernomor 185/SK/DPP.PD/IX/2014 dengan Royke Anter sebagai pemilik kendaraan dinas DB 3 A. Alhasil SK DPP PD bernomor SK 268/SK/DPP.PD/X/2014 pun ikutan ditelorkan. SK kali ini ditujukan kepada kader DPC PD Manado lainnya, Noortje Henny Van Bone. Grasak-grusuk tak terelakkan, eh…. Badai amarah pun mulai berbaur menjadi satu dalam meniti langkah ke depan. Perang dingin terlihat. Aksi saling ‘dorong ke jurang’ menjadi hal yang sahih dilakukan para kader ini. Mulai dari alasan bagaimana bersikap sampai pada kedudukan level yang mesti diambil. Padahal intinya,saling sikut dan mencederai antar sesama merupakan tujuan akhir, demi merebut kendaraan dinas DB 1 A yang diidamkan.

Memang, sikap seperti ini terjadi pasti ada sebab musababnya. Selentingan kabar berhembus, keengganan para punggawa partai di level Kota Manado kepada sang pemimpin adalah para ahli di sekitar. Dimana dinilai sudah tidak dapat ‘ditolelir’ lagi. Dari aksi saling jegal, hingga pada pembiaran. Sikap seperti ini menjadi detonator perpecahan sebuah keutuhan yang sebenarnya mesti menjadi kunci sukses pasangan visioner ini.

Apa hendak dikata, kesantunan yang ada sudah semakin jauh ditinggalkan. Ujungnya, konstituen pendukung menjadi semakin bingung. “Mana yang torang mo pilih dang toh?”

Sebelumnya Anter yang lebih dahulu mendapatkan SK dari DPP Partai Demokrat, disusul Van Bone juga memperoleh SK DPP Partai Demokrat sebagai Ketua DPRD Kota Manado nomorAnehnya, Kedua SK ini ditanda tangani Syarif Hasan dan Edhy Baskoro Yudhoyono.(catatan: ray supit)