Manado

Infrastruktur Kota Penunjang Pariwisata

SEMINAR: Pentingnya sarana dan prasarana menunjang kegiatan kepariwisataan
SEMINAR: Pentingnya sarana dan prasarana menunjang kegiatan kepariwisataan

PERKEMBANGAN dunia pariwisata sangat bergantung pada beberapa faktor. Hal yang utama adalah sarana dan prasarana kota. Sarana dan prasarana atau infrastruktur merupakan pilar utama bagi kemajuan kepariwisataan.

Dr. Berth Lagarens menjelaskan, salah satu contoh adalah sarana transportasi (Tansportation Tourism). “Kalau di Makassar biaya taksi dari bandara ke daerah tujuan sudah pasti dan tidak ada perubahan. Sehingga nantinya wisatawan tidak bingung saat menggunakan jasa taksi,”contoh Lagarens saat menjawab pertanyaan dalam seminar ekowisata, siang tadi. Intinya tambah Lagarens, perlu adanya koordinasi yang baik antara masyarakat dan pemerintah. “Saat ini transportasi di Manado masih kurang baik dan terkesan liar. Makanya perlu adanya koordinasi,” terang dia. Senada dengan Lagarens, Mawardi Simpala, salah satu pakar ekowisata Indonesia, selain infrastruktur, faktor lainnya adalah strategi pemasaran untuk menjual kepariwisataan Kota Manado.

Dia mencontohkan, terdapat sedikitnya10 Kota Destinasi Wisata di Dunia yang paling dikunjungi wisatawan. Kota teratas adalah London diikuti Bangkok dan di posisi ketiga terdapat Paris. Singapura menduduki posisi keempat, Dubai, New York, Istanbul, Kuala Lumpur, Hongkong dan Seoul.

Masih menurutnya, kota-kota yang dimaksud memiliki faktor-faktor penunjang yang sangat mumpuni, dan akhirnya menjadi sebuah daya tarik yang besar.

Lebih jauh Simpala mengurai, dari data yang dikeluarkan Mastercard, salah satu perusahaan finance terbesar di dunia, China menduduki urutan teratas untuk biaya yang dibelanjakan. “Kenapa tidak pemasaran dilakukan jor-joran ke negara yang memiliki potensi besar mendatangkan pendapatan,” Simpala mengingatkan.

Sedangkan AKBP Elly Sopacolly, Kepala BNND Kota Manado menjelaskan masalah narkoba dalam kaitannya pada dunia kepariwisataan. (*)