Advertisement
Advertisement
Berita Utama Manado

Instruksi Walikota tak Digubris, Data Korban Hanya Tebang Pilih

Advertisement
TERNODA: Ketulusan pemerintah dalam membantu korban banjir justru ternoda dengan ulah oknum-oknum tak bertanggung jawab. (FOTO: metromanado)
TERNODA: Ketulusan pemerintah dalam membantu korban banjir justru ternoda dengan ulah oknum-oknum tak bertanggung jawab. (FOTO: metromanado)

MANADOLINK – Instruksi Walikota Manado DR. GS Vicky Lumentut, SH, DEA agar pendataan bantuan dilakukan sebaik baiknya, ternyata tak digubris sejumlah oknum aparat lingkungan. Gilanya lagi, data yang dimasukkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terdapat kekeliruan dengan kondisi di lapangan.

Advertisement

Seperti yang terpantau di salah satu lingkungan di Kelurahan Kairagi Weru, Kecamatan Pal Dua. Penerima yang didata tidak sesuai kondisi di lapangan. Bahkan terkesan tebang pilih sesuka hati oknum kepala lingkungan.

Terdapat dua keluarga penerima bantuan yang ternyata tinggal dalam satu rumah. Menariknya lagi, rumah yang ditempati tidak ditemui kerusakan yang berarti. “Masa dorang dapa bantuan rumah rusak. Padahal dorang pe rumah nyanda apa apa,” tutur Riri, salah seorang warga yang bertetangga dengan penerima bantuan itu.

Hal menarik lainnya, terdapat salah satu rumah yang sengaja dibongkar seusai diterjang banjir. “Kalau dilihat lihat masih bisa direnovasi, karena kerusakannya tidak terlalu parah,” beber Arti, warga setempat sembari menambahkan kalau terdapat sejumlah rumah yang rusak justru sengaja tidak didata.

Kedua warga tersebut juga meminta agar Walikota Manado dapat menurunkan tim untuk memeriksa kondisi penerima bantuan yang tidak layak tersebut. “Kalau di lapangan ditemui hal ini, kami minta agar walikota segera mencopot oknum kepala lingkungan yang tebang pilih dan curang seperti ini,” pinta warga.

Di tempat terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado, Maxmillian Tatahede menandaskan, pemerintah kota melalui pihaknya akan kembali mendata dan meverivikasi penerima bantuan banjir . “Pastinya kami akan melakukan pengecekkan kembali atas data yang ada. Dan akan diusulkan kembali sesuai kondisi lapangan,” kata Tatahede.

Sebelumnya, awal bulan lalu, Lumentut sempat menyatakan agar warga yang belum sempat didaftar agar segera melaporkan kepada pihak kelurahan. “Jika namanya tidak disebutkan tapi kondisi rumahnya rusak, melapor ke lurah. Selanjutnya akan diproses, seperti difoto. Selanjutnya nama-nama itu saya tunggu untuk perjuangkan ke Jakarta agar bisa mendapat bantuan,” tukas Lumentut kala itu. (indra)

Advertisement