Manado

Manfaat Naik Angkot

small_96imagesDAHULU ketika manusia bepergian, cukup dengan berjalan kaki, menunggang kuda, atau menaiki sepeda. Tapi semua itu lama kelamaan mulai tergantikan setelah adanya revolusi industri di Inggris yang ditandai dengan ditemukannya mesin seperti di sepeda motor dan mobil; salah satu kendaraan bermotor hasil revolusi industri adalah angkutan kota sebagai moda transportasi umum untuk mempercepat dan mendukung berbagai aktivitas.

Angkutan kota  yang disingkat angkot adalah  moda (sarana) transportasi perkotaan dengan rute yang sudah ditentukan. Angkot dapat berhenti untuk menaikkan atau menurunkan penumpang di mana saja; tidak seperti bus yang memiliki halte sebagai tempat perhentian.

Angkot di Manado menurut sejumlah turis dari luar daerah termasuk yang terbaik di Indonesia, karena tempat duduknya menghadap ke depan, dengan jumlah penumpang maksimum 8 (delapan)  orang.

Angkot di Manado berbeda dengan angkot di daerah lain, tempat duduknya saling berhadapan, dan jumlah penumpangnya bisa mencapai 12 – 14 orang, akibatnya penumpang yang ada di dalamnya merasa tidak nyaman.

Masyarakat Manado menyebut angkutan kota (angkot) dengan nama “mikrolet,” yang  merupakan singkatan dari kata mikro (kecil) dan oplet.

Menggunakan jasa angkot memiliki banyak manfaat, baik dari segi kesehatan fisik, mental, “kanker” (kantong kering), maupun untuk hubungan sosial. Kurang lebih ada 5 (lima) manfaatnya, sebagai berikut:

1.Mengurangi Kemacetan

Salah satu manfaat angkot adalah untuk mengatasi kemacetan. Jika semua menggunakan angkot untuk berpergian, volume kendaraan di jalan raya akan berkurang; sehingga mencegah terjadinya kemacetan.

2. Meningkatkan Kesetiakawanan dan Kepedulian Sosial

Naik angkot merupakan salah satu sarana yang baik untuk saling mengenal. Mungkin saat kita naik angkot bertemu dengan kenalan lama atau saudara, bahkan bisa mendapat kenalan baru  atau menambah jumlah sahabat. Bagi yang belum menikah bisa saja ketemu jodoh.

Di dalam angkot selain bertemu banyak orang, kita dapat belajar cara bersosialisasi, menyapa, senyum, dan memperlakukan orang lain dengan sopan dan santun. Misalnya, kita memberikan tempat duduk untuk lansia, ibu hamil, atau kepada  anak-anak. Kita tidak akan mendapatkan hal-hal seperti ini jika berkendara dengan kendaraan pribadi.

3. Menjaga Kesehatan

Manfaat lainnya naik angkot adalah untuk meningkatkan kebugaran tubuh. Sejak  ke luar dari rumah,  berjalan ke pangkalan, halte atau ke stasiun, sampai tiba di tempat tujuan, seluruh anggota tubuh terus bergerak. Hal ini membuat kesehatan terjaga dan seluruh organ tubuh bergerak sehat sesuai fungsinya dibanding jika kita naik kendaraan pribadi. Tentu hal ini harus dilakukan secara rutin, bukan hanya satu dua kali saja.

4. Mengurangi Pengeluaran

Menggunakan angkot untuk berpergian di dalam kota dapat menghemat pengeluaran dibanding jika kita menggunakan kendaraan pribadi, yang kadangkala menyalahgunakan BBM bersubsidi yang semestinya untuk kepentingan publik.

5. Mencegah Global Warming

Jika banyak warga masyarakat menggunakan angkot, berarti jumlah pengguna kendaraan pribadi akan berkurang. Dengan demikian, polusi udara akibat gas yang dihasilkan kendaraan bermotor juga akan berkurang, sehingga dapat mencegah terjadinya global warming.

Manado sebagai kota model ekowisata perlu mendapat dukungan dari semua pihak, termasuk dukungan dari pengusaha atau pemilik angkot. Angkot perlu berbenah diri, faktor ketepatan waktu sampai ditujuan perlu menjadi perhatian pengemudi angkot, selain itu angkot perlu mempercantik diri. Perlu disiapkan jok yang empuk, suara musik tidak menulikan telinga,  kursi belakang tidak menjadi tinggi karena bagian bawahnya ditempatkan speaker,  interior yang apik, kebersihan angkot, keramahan sopir, dan cat angkot yang menarik, sehingga dapat menjadi daya tarik bagi penumpang untuk  menggunakan jasa angkot.***