Advertisement
Hukum

Aneh, Saksi Korban Dicecar JPU Layaknya Terdakwa

PESAKITAN: Ronny Santoso didakwa menggelapkan uang. (FOTO: steven/manadolink)
PESAKITAN: Ronny Santoso didakwa menggelapkan uang. (FOTO: steven/manadolink)

MANADOLINK – Setelah sempat mengalami penundaan, perkara penipuan Rp60 juta yang menyeret putra pemilik toko Naga Mas di kawasan pasar 45,  Ronny Santoso akhirnya digelar di Pengadilan Negeri (PN) Manado, Kamis (7/11).

Dalam sidang pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Meidiani Muhammad SH dan Sherly Kalesaran SH sekaligus pemeriksaan saksi korban Stella sempat menarik perhatian pengunjung. Bagaimana tidak, saksi korban yang diperiksa terlebih dahulu justru dicecar dengan pertanyaan yang mulai keluar jalur. Mirisnya lagi, sikap JPU terkesan memusuhi saksi korban.  Melihat hal tersebut, majelis hakim terdiri dari Ketua Majelis Hakim Uli Purnama SH MH dan anggota Verra Lihawa SH MH serta Novrry Oroh SH MH sempat mengingatkan JPU untuk tidak melebar pertanyaannya dari dakwaan.

Sebagai pertanyaan  awal, JPU menanyakan pengertian tindakan suap, dimana  pemberi dan penerima uang adalah termasuk suap. “Yang jelas saya tidak tahu akan hal itu,” jawab ST.

Selanjutnya, JPU memperlihatkan bukti transfer uang  senilai Rp60 juta kerekening terdakwa Santoso melalui Bank BCA. “Ia benar saya yang mentrasfer uang itu ke Santoso dengan alasan pinjam karena anak dari omnya sedang sakit. Pak hakim sampai kasus ini masuk ke pengadilan Santoso tidak ada etikat baik untuk mengembalikannya,” ungkap ST. Akan tetapi keterangan ST dibantah oleh Santoso, dimana uang tersebut atas urusan pribadinya. “Saya mengatakan ke Stella bukan betugi pak hakim,” jelas Santoso.

Santoso juga  menjelaskan dimana uang Rp60 juta akan dikembalikannya ke Stella.

“Tidak pernah pak hakim, yang saya tahu bila uang itu akan dikembalikan ke saya bukan pernyataan dia melainkan dari orang lain,” bantah Stella.

Menariknya, salah seorang pengunjung mengomentari hal ini sebagai sebuah kejadian aneh. Menurut Linda, pengunjung yang berprofesi sebagai pengacara ini, pertanyaan yang diajukan JPU kepada saksi korban semestinya dilayangkan kepada terdakwa dan bukannya kepada korban. “Aneh, pertanyaan jaksa kok seperti ingin menyudutkan korban. Jaksa semestinya memberikan pertanyaan untuk membuktikan dakwaan yang baru saja dibacakan, bukan malah sebaliknya dengan menanyakan hal yang kurang substantif dari dakwaannya,” celetuk Linda mengomentari.

(steven)