Tiap 11 tahun SMAN I Airmadidi Telurkan Paskibra di Istana Negara

Foto: kiri – kanan : Hukumtua Sawangan, orantua Gilbert dan Bupati Drs Sompie Singal

MINUTLINK – Rutinitas Senin Pagi Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara seperti bisanya yaitu apel dan berlanjut pada ibadah bersama, membawa kisah tersendiri bagi seluruh warga dan pemerintah Tanah Tonsea’ (istilah Kabupaten Minahasa Utara) ini.

Pada Senin 02/9 (kemarin), Pemda Minut menerima kedatangan Gilbert Karamoy Siswa SMA I Airmadidi yang pada tanggal 17 Agustus 2013 lalu, terpilih mewakili Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara, bahkan Negara Republik Indonesia selaku Pembentang Bendera Pusaka di Istana Negara.
Pada kesempatan itu (Gilbert red-) memberi kesaksian betapa hatinya begitu berterima kasih kepada TUHAN, atas kesempatan menjadi Paskib, walau dirinya hanya sebagai ‘Cadangan, tapi Gilbert mengaku sudah cukup bangga.
Siapa sangka jika ternyata pada akhirnya pria bertinggi dan gemar olahraga Folyball itu pada hari H, ditunjuk menjadi ‘Pembentang Bendera Merah – Putih’ menggantikan .
“Saya hanya cadangan saja dalam pasukan saat itu. Walau saya bangga sudah dipanggil, tapi saya tidak pernah bermimpi untuk menjadi inti sebagai ‘Pembentang sang Merah – Putih,”tutur Putera Desa Sawangan itu.
Menurut Gilbert dirinya hanya optimis bahwa dirinya membawa nama harum keluarga, Desa Sawangan, SMAN I Airmadidi, serta Kabupaten Minahasa Utara.”Hanya itu yang ada di pikiran saya. Tapi saya tidak menyangka ternyata TUHAN memilih saya sebagai Pembentang Bendera,”timpal anak ke-dua dari empat bersaudara itu.
Usai menceritakan secara padat – singkat, Gilbert bersama kedua orang tuanya didampingi Kepala Sekolah SMAN I Airmadidi Drs Ernest Emor SPd dan Instruktur Paskib dari Disdikpora Minut Dra Celesta Koloay menyanyikan Lagu Pujian ‘TRIMA KASIH TUHAN’.

Pada penyampaiannya, Bupati Minut Drs Sompie S F Singal MBA mengatakan kebanggaannya terhadap prestasi yang ditorehkan Gilbert Karamoy pada saat menjadi Pembentang Bendera Merah – Putih.
“Kami semua merasa sangat bangga dengan prestasi yang di torehkan para bunga bangsa seperti para Paskibra ini. Semoga kedepan nanti, sekolah – sekolah lain di Kabupaten Minahasa Utara, bisa mencapai sejarah seperti yang di torehkan oleh anak – anak SMAN I Airmadidi ini,”kata bupati.
Adapun Hukumtua Desa Sawangan, Jemmy Maramis yang tahu persis keadaan ekonomi dari keluarga Karamoy – Lantu (Orangtua dari Gilbert Karamoy).”Semoga bantuan berupa biaya pendidikan terhadap Gilbert, tidak hanya tahun ini tapi sampai anak ini selesai,”pinta Maramis.
Ditempat yang sama, Kadispora Drs Simpersly Maxmelian Tapada mengaku bahwa pihaknya sudah siap untuk mengakomodir siswa – siswa yang berprestasi seperti Gilbert Karamoy ini.”Kami akan memberi banyak skala prioritas dan kemudahan bagi mereka, selama tidak menyimpang dari peraturan,”kata kepala dinas alumni SMAN I Airmadidi itu.
Adapun keunikan daripada SMAN I Airmadidi adalah, berdasarkan fakta yang ada, setiap sebelas (11) tahun, ada saja siswa yang terpilih menjadi Paskibra ke Istana Negara.
– Tahun 1991, tercatat siswa Sammy Rompis (Sekarang Camat Talawaan)
– Tahun 2002, ada Ivanna Ticoalu
– Tahun 2013, Gilbert Karamoy.  (JOHN)

Comments are closed.