Berita Utama

Produk Aqua tak Steril

TERCEMAR: Produk Aqua kemasan gelas yang ditemukan warga tidak steril. Di dalamnya terdapat benda yang melayang saat dikocok (FOTO: john/manadolink)

MINUTLINK – Masyarakat Kabupaten Minahasa Utara dibuat gempar oleh temuan warga berupa kemasan Aqua Gelas 240 mili. Yang mana sesuai pantauan wartawan, ternyata didalam gelas yang berada ditangan Wakil Ketua LSM Aliansi Indonesia DPD Sulut, John B R Simbuang.
Menurut Simbuang beberapa waktu lalu, dirinya sudah mencoba membuat draf konfirmasi dengan pihak PT Tirta Investama.
“Saya sudah menyurat dan yang datang kerumah saya adalah Kabag Humas dan bagian Kustomer, dan mereka meminta agar gelas yang ada ditangan saya diberikan kepada mereka dan mereka bilang akan di telusuri apa isi dalam gelas, baru mereka bisa beri jawaban,”tuturnya.
Senin 02/9 (kemarin), aktifis Norris Tirayoh mencoba mempertemukan pihak manajemen PY Tirta Investama dengan pemilik gelas, tapi kembali pihak perusahan melalui pimpinan perusahan hanya meminta agar gelas itu diserahkan kepada mereka.
“Sikap perusahaan terkesan hanya ingin mengambil gelas tersebut bukanlah sikap yang bijaksana,”kata Tirayoh.
Menurut Tirayoh juga, sikap PT Tirta Investama tersebut bakal merugikan mereka jika terangkat ke media masa.”Mereka tidak sadar bahwa masalah air minum mineral yang kedapatan ada benda asing pasti akan berimbas ke atensi pelanggan. Macam – macam spekulasi bisa saja muncul serbab terbukti Air Minum Mineral Aqua 240 ml ternyata tidak higienis lagi, sebab kedapatan banyak benda putih melayang – layang didalamnya,”timpalnya.
Untuk mengantisipasi hal – hal yang tidak memungkinkan, Tirayoh meminta agar PT Tirta Investama segera menarik produk yang ada di pasaran selama bukti yang ada tidak bisa dibuktikan benda jenis apa yang melayang – layang di dalam gelas tersebut.
“Untuk mengantisipasi hal – hal yang berisiko, PT Tirta Investama segera tarik produk Aqua di lapangan agar tidak terjadi masalah yang mungkin saja mengganggu kesehatan masyarakat, “pungkasnya.(*)

 

laporan: john simbuang