Advertisement
Berita Utama

Aqua Gelas Terkontaminasi, PT Tirta Investama Masa Bodoh

Advertisement
Foto Gelas Aqua dari Airmadidi yang terkontaminasi

MINUTLINK – Keresahan masyarakat Sulawesi Utara saat terkuaknya temuan berupa minuman air minum mineral jenis Aqua yang kedapatan ada ‘zat asing’, mulai menuai beraneka dugaan tak sedap.
Air minum mineral kemasan Aqua Gelas 240 ml yang ditemuakan warga Kelurahan Rap – rap tersebut menurut Abidin Taha sopir angkot, jangan – jangan kotoran manusia yang menetes dari hidung, “dilihat dari modelnya, jangan – jangan itu ingus para karyawan,”tuturnya sambil menggeliat jijik.
Dilain sumber, Fecky Mamahit warga Desa Tatelu mengaku sangat kecewa atas temuan itu. Pasalnya menurut Fecky, untuk kehidupan sehari – hari dirinya hanya mengkonsumsi Aqua. “Karena ginjal saya baru dalam taraf penyembuhan, saya dianjurkan minum air Aqua oleh dokter. Tapi kalau Aqua sudah tidak aman lagi, terpaksa saya pindah ke merk lain,”keluhnya.
Selain itu, spekulan terkait temuan benda asing tersebut terus merebak. Contohnya dugaan warga tentang zat racun, sumber air sudah terkontaminasi, dan ada saja suara konsumen yang paling tidak mengenakan seperti, di dekat pabrik Aqua Airmadidi banyak telaga yang memelihara ikan, bahkan ada kandang babi milik warga.”Beberapa waktu lalu dekat pabrik pernah ada kandang babi,”tukas seorang warga.

Advertisement

Dari tampilannya, produk Aqua gelas berlabel perusahaan raksasa DANONE yang diproduksi oleh PT TIRTA INVESTAMA dari Mata Air Tambu Terang Kelurahan Airmadidi Bawah Kecamatan Airmadidi Kabupaten Minut itu, seperti produk gelas lainnya, tidak ada yang berbeda. Tapi jika di pantau secara seksama, maka nampaklah beberapa benda putih mirip lendir melayang – layang didalam gelas yang masih dalam posisi tertutup rapat itu.
Gelas tersebut sekarang berada di tangan John B R Simbuang warga Kelurahan Rap – rap Lingkungan II.
Awalnya menurut Simbuang, dirinya telah mencoba tawarkan solusi pada pihak perusahaan agar gelas ini segera diamankan namun perusahaan harus sedikit berkorban untuk meredam suara penemu gelas ini.
“Saya sudah layangkan surat konfirmasi ke perusahaan beberapa waktu lalu, bagian Humas dan Kustomer sudah datang namun mereka bilang akan membawa gelas untuk di analisa di lab mereka, baru dua minggu kemudian mereka memberi jawaban, dan kerugian diganti dengan barang yang sama,”ujarnya.
Hal itu menurut dia, sama saja menghilangkan bukti ditangan. “Kalau gelas dibawa, berarti pegangan tak ada lagi ditangan kami,”tambah Sekertaris LSM Aliansi Indonesia DPS Sulut itu.
Ditambahkan pula olehnya, untuk kedua kalinya upaya damai diupayakan oleh seorang aktifis, namun tidak menemui kesepakatan. “Senin 03/9 kemarin, teman saya mencoba memediasi saya dan pihak PT TIRTA INVESTAMA di salah satu rumah makan dan pimpinan perusahan sendiri yang datang bersama beberapa stafnya. Didepan teman – teman wartawan kesepakatan tidak ada, malahan mereka terkesan ingin memperdayai saya dengan meminta gelas itu,”tukasnya.
Merasa air minum mineral ini bermasalah dan bisa membawa dampak ke konsumen, maka John Simbuang mengaku sudah siap mengirim laporan resmi ke DPP untuk menindak lanjuti temuan itu kemudian meminta agar perusahaan terkait untuk diberi sanksi seberat – beratnya.
“Ini sudah jelas kelalaian produksi yang mana kita semua tau bahwa produk Aqua yang siap edar, harus melewati sensor, buktinya gelas ini lolos ke pasaran, kalau terjadi sesuatu dengan konsumen gimana. Anehny pihak terkait tidak merasa bersalah malah mencoba mengambil barang bukti ini. Ya biarlah DPP yang menangani masalah ini di Jakarta, dan saya yakin perusahaan ini akan dapat ganjaran.” timpal dia.(john)

“Gelas saya simpan untuk menjadi bukti laporan saya nanti ke Kementerian Kesehatan, Kemenperindag dan BPOM RI melalui Dewan Pimpinan Pusat,”tutur pentolan LSM Aliansi Indonesia DPD Sulut itu. pungkas Sekretaris LSM Aliansi Indonesia DPD Sulut itu.

Advertisement