4 Kali Adipura, Pantai Kema Penuh Sampah

MINUTLINK – Para pemancing ikan yang biasanya menyambangi Pantai Kema II dan Kema III mengeluhkan keadaan yang ada di salah satu pantai wisata Kabupaten Minahasa Utara yakni Pantai Kema.
Minggu 01/9 kemarin laut surut dan air jernih. Maka nampaklah fenomena ganjil yang membuat para pengunjung panta menggeleng kepala. Pasalnya d dasar Pantai Kema yang selama ini dikenal indah, ternyata di dasar pantai atau teluk tersebut telah dihiasi warna – warni ‘sampah’ yang tak bisa hancur oleh proses alam.
Menurut beberapa pemancing asal Kecamatan Airmadidi yang sering memancing di Laut Kema, meningkatnya sampah di laut berimbas pada perolehan ikan yang di pancing mereka.
“Tahun lalu, kalau turun memancing jam 15:00 Wita dan berhenti jam 19:00 Wita, saya bisa bawa pulang ikan jenis Warang, Ketang – ketang dan Tampal Bor, mencapai belasan bahkan puluhan ekor, “ujar Hasan Maliki warga Kelurahan Sarongsong Satu Kecamatan Airmadidi.
Lain lagi Karel Umboh seorang pemancing ikan. Menurut Karel alat pancing miliknya sudah sering tersangkut benda – benda yang tidak pantas. “Pernah saya angkat Pampers dari dasar laut, dan saya buang ke darat,”katanya.
Selain ratusan popok bayi (pampers) berserakan di pesisir sampai dasar pantai atau Laut Kema, ada juga pembalut wanita (softex) yang sudah berbaur lumpur, dan tenggelam ke dasar.
Bukan itu saja, dari pantauan wartawan, di sejumlah tempat seperti Letter T (Istilah dermaga alternatif warga), di bilangan Kuala – Lumpur Kema III, nampak jelas anak – anak bahkan orang dewasa sedang jongkok sambil … (Maaf)… (Sedang Berak) di antara bebatuan maupun sungai.
Hal seperti ini menurut warga, sudah tidak aneh lagi. “Mereka di Kema II dan Kema III buang sampah di sungai dan pantai saja, soalnya tidak ada TPA kan,”kata salah satu warga yang minta namanya jangan di sebutkan.
Anehnya, beberapa saat lalu Kabupaten Minahasa Utara kembali mendapat penghargaan Adipura tuk ke sekian kalinya. Namun siapa sangka kalau ternyata masih banyak tempat di Minut tidak punya TPA sampai berita ini terbit.(john)

Comments are closed.