Advertisement
Bitung

Tanah Warga Pinasungkulan Diduduki, PT MSM/TTN Langgar Kesepakatan

Advertisement

BITUNGLINK – Recky Lomboan selaku juru bicara Keluarga Tinangon – Karisoh di Kelurahan Pinasungkulan Kecamatan Ranowulu Kota Bitung, mengaku sangat kecewa dengan sikap pihak PT MSM.
Pasalnya kehadiran pihak keluarga dan wartawan lewat pos Sekuruty di Desa Rinondoran Kecamatan Likupang Timur (Pintu Alfa), Kabupaten Minahasa Utara dipersulit oleh pihak keamanan.
Awalnya pihak keluarga Tinangon – Karisoh mencurigai bahwa pihak PT MSM/TTN melanggar salah satu point kesepakatan di Polres Bitung beberapa waktu lalu.”Mereka terus menggali di tanah kami dengan alat mereka,”tutur keluarga.
Selain itu, mengingat ada pihak keluarga yang berjaga di lokasi tersebut, maka pada Senin 19/8 kemarin keluarga Tinangon – Karisoh bertolak ke lokasi PT MSM/TTN melalui Pintu Alfa di Desa Rondor Kabupaten Minahasa Utara sebanyak 14 orang.
“Selain kami curiga ada yang tidak beres di lokasi itu, kami juga hendak membawa makanan pada keluarga yang berjaga disana,”kata Recky Lomboan.
Pukul 17:00 Witta, rombongan yang menumpangi tiga (3) mobil dan didampingi beberapa wartawan nasional serta beberapa aktifis, dibiarkan sampai gelap tanpa ada niat untuk mengijinkan masuk.
Nanti setelah pukul 18:00 Witta, baru rombongan di ijinkan oleh seorang Kepala Sekurity yang bernama Pak Nyoman.
“Saya minta maaf soalnya saya juga tidak tau kalau ada anda. Saya saja menerima pemberitahuan dari Bravo 2 bahwa ada tamu saya di Pos Alva,”tukas Nyoman.
Ulah pihak PT MSM itu menuai kekecewaan beberapa wartawan dan aktifis yang ada saat itu.”Kami di ijinkan masuk nanti hari sudah gelap. Padahal kami harus mengambil foto dokumentasi untuk berita kami,”keluh Jufri Bilondatu Pemred Swara Sulut.
Keluhan Jufri juga dibenarkan oleh Ketua LSM Aliansi Indonesia DPD Sulut, Jefran Herrodes de’Jong. Menurut Jefran sikap PT MSM/TTN tersebut tidak kooperatif dan terkesan pandang enteng.”Kan pihak keluarga sudah nyatakan bahwa mereka bersama kami akan mengantar makanan kepada keluarga di lokasi, selain itu kami juga hendak mengambil dokumentasi. Kenapa kami dibiarkan diluar portal,”ketusnya.
Sepert kita ketahui, oleh Polres Bitung, pertemuan kedua belah pihak bertikai, lahir 3 poin yaitu;
1. Lahan milik Keluarga Tinangon – Karisoh seluas 5,2 hektar bersedia membuka blokir jalan
2. PT Msm dapat memakai jalan, sementara proses berlanjut didalam penanganan aparat
3. PT MSM dapat melakukan pekerjaan tapi tidak melakukan aktifitas di dalam area perkebunan milik Keluarga Tinangon – Karisoh.
Dari pantauan wartawan, ternyata di lokasi tersebut memang ada sisa pekerjaan yang baru saja di tinggalkan.
Betapa kagetnya pihak keluarga Tinangon – Karisoh, ketika di lahan tersebut pihak PT MSM/TTN tetap melakukan pekerjaan.”Kan poin ke 3 pada kesepakatan lalu sudah jelas, kenapa PT MSM tetap melanggar,”kata Recky Lomboan dengan nada tinggi.
Sementara pihak PT MSM/TTN melalui Pak Nyoman mengaku dirinya kurang tahu jelas apakah ada pekerjaan atau tidak.”Saya saja baru datang dari Manado,”ungkapnya.  (John)

Advertisement
Advertisement