Advertisement
Minut

Puluhan Tahun Desa Sampiri Tanpa Kantor

Advertisement

MINUTLINK – Desa Sampiri adalah salah satu dari desa dan kelurahan di Kecamatan Airmadidi yang termasuk lingkup Ibukota Kabupaten Minahasa Utara.
Desa yang ber-penduduk seribu jiwa ini sejak dulu dikenal sebagai penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD) baik di sektor pertanian maupun peternakan. “Desa Sampiri merupakan salah satu penghasil cengkih terbesar di Minut ini,” tutur Jemmy Maramis Hukumtua (Kepala Desa Sawangan) kepada wartawan.
Uniknya, sampai hari ini Desa Sampiri yang merupakan desa pertanian dan peternakan andalan Kabupaten Minahasa Utara, masih menggunakan rumah warga sebagai kantor hukumtua.
Dari pengakuan warga, saat ini aktifitas pemerintah desa hanya meminjam pakai rumah adat milik warga. Dan oleh pantauan wartawan, kantor Hukumtua memang berada dirumah penduduk.”Lantai satu ditempati tuan rumah, lantai dua kantor,”tutur seorang warga yang enggan namanya diberitakan.
Seratus meter dari kantor hukumtua sementara itu, disamping sebuah gereja, terdapat sebuah bangunan yang belum selesai dibuat.
Menurut pengakuan Hukumtua Desa Sampiri Charles Pieter, disitulah kantor hukumtua yang sebenarnya. “Kami masih menempati rumah orangtua saya, soalnya kami kehabisan dana untuk melanjutkan pembangunan yang sudah mencapai 70% itu,” ungkapnya.
Ditanya apakah sudah ada upaya minta bantuan dari pemerintah daerah (pemda), Hukumtua mengaku sudah.”Sejak tahun 2012 lalu, saya sudah menyampaikan ke Pemkab Minut, dan sudah di iyakan sih, tapi sampai sekarang tetap belum – belum juga,”pungkas Hukumtua seraya berharap semoga di anggaran pergeseran ini bisa terwujud.  (John)

Advertisement
Advertisement