Advertisement
Berita Utama Minut

Disinyalir Tertekan, Sekwan Pilih Tanggalkan Jabatan

UNDUR: Tekanan arus politik membuat pejabat administratif tertinggi di kantor ini memilih mundur dari jabatan (FOTO: komentar)

MINUTLINK – Meski terlahir sebagai seorang wanita, namun Sekretaris Dewan (Minahasa Utara, Theresia Sompie SH menunjukkan sikap gentle dengan mundur dari jabatannya.

Hanya saja, para legislator mengaku mundurnya sekwan adalah desakan dan permintaan mereka untuk segera diganti.  “Permintaan ini bukan permintaan pribadi anggota dewan, namun merupakan permintaan secara kelembagaan,” aku Ketua Dekab Minut, Berty Kapojos diamini Drs Denny Wowiling MSi, Ketua Komisi A.
Menurut pengakuan seorang anggota DPRD Minut, tidak hanya Sekwan saja yang akan diganti, namun beberapa staf dan pejabat eselon IV, juga akan dipindahkan. Pemindahan sejumlah pejabat dan sekwan ini, untuk memperlancar pelayanan di Dekab Minut, dimana para legislator menganggap kinerja staf Setwan sudah tidak bisa maksimal.
kabarnya, permintaan penggantian tersebut berawal dari perseteruan antara salah satu oknum dewan Ir Herman Papia dengan Sekwan Theresia Sompie SH.

Pertikaian tersebut terjadi saat jadwal keberangkatan dewan ke Jakarta, pekan lalu. Saat itu terjadi adu mulut antara Papia dan Sompie, karena lambannya pencairan dana perjalanan dinas.
Menariknya dari sekian anggota dewan yang menuding buruknya kinerja Sekretariat Dewan (Setwan), ternyata masih ada juga yang menganggap permohonan alih tugas untuk Sekwan beserta beberapa staf, hanya karena tidak sabar menunggu.
“Theresia Sompie adalah pejabat yang disiplin. Jadi bisa saja hal itu membuat yang lain gerah. Coba telusuri sebab – musabab kenapa sampai Sekwan menghindar, baru kita tau mana yang betul dan mana yang tidak betul, sebab kami takut bersaksi mengingan karier kami. Sekwan itu membela stafnya sebab anggota dewan itu mengatakan kami gila. Tanya sama Pak Piet, soalnya beliau ada disitu,”kata salah satu staf dewan yang minta namanya jangan dikorankan.
Terpisah, Piet Luntungan BA menilai Theresia Sompie lari tentu ada sebab,”Bupati sebaiknya jangan terburu – buru menerima pengaduan secara sepihak. Turunkan tim dulu untuk menyelidiki, sebab ada api – pasti ada asap” sembur Luntungan.
Piet mengklaim bahwa saat kejadian dirinya ada di tempat itu.”Saya tau persis masalah itu, sebab saya ada disitu saat adu mulut terjadi antara rekan saya dan Sekwan, sampai Sekwan pergi sambil menangis,”kata pria yang akrab disapa Om Piet itu sambil menceritakan kronologi yang sebenarnya.
Sebagai politisi yang setara dengan pejabat daerah, Luntungan menilai rekannya terlalu emosi dalam berkata – kata.”Hanya karena keterlambatan pencairan perjalanan dinas karena Sekwan belum tanda – tangan. Setibanya di Setwan, rekan saya langsung mengata – ngatai staf dengan kata – kata yang tak sedap di dengar sehingga Sekwan dan staf ‘maraju’,”tukasnya.
Luntungan juga mengatakan bahwa didalam kelembagaan, ada management dan ada sistem.”Jika ada anggota dewan yang tidak senang dengan kinerja Setwan, laporkan ke Ketua, nanti Ketua yang menentukan sikap, bukan langsung mencak – mencak. Bagi saya Sekwan menghindar itu adalah dinamika kekecewaan karena ulah rekan – rekan saya yang tidak lagi mengikuti etika manajemen yang ada. Saya juga menghimbau, Sekwan jangan mundur sebab dalam hal ini Sekwan tidak bersalah,”pungkas politisi yang mengaku akan berhenti dari dunia politik dan beralih ke LSM itu.
Dilain pihak, Sekrestaris Dewan Minut Theresia Sompie SH belum dapat dihubungi sampai berita ini terbit.  (John B.R. Simbuang)