Berita Utama Manado

Gila, Ada Orang Mati Terima Sertifikasi!

BANGGA: Guru diminta bangga menjalankan profesinya, tapi kesejahteraannya sering dimainkan oknum-oknum tidak bertanggung jawab (FOTO: apoenkresearch)

MANADOLINK – Pengusutan dugaan penyimpangan dana sertifikasi guru di Kota Manado mulai menemui titik terang. bagaimana tidak, realisasi dana Rp 93 miliar tahun 2012 lalu, ternyata juga dinikmati orang yang sudah meninggal dan pensiun.

Informasi yang ada menyebutkan, dari sejumlah pencairan dana yang dilakukan Diknas Kota Manado, terdapat sejumlah nama pensiunan dan orang meninggal yang masih disalurkan. Anehnya, hal tersebut lolos dari mekanisme pengawasan dan verifikasi keuangan. “Makanya kami tetap ditugaskan untuk menuntaskan pengusutan oleh pimpinan,” tutur salah seorang jaksa yang enggan namanya dipublikasikan. “Yang pasti kami akan tetap membongkar oknum-oknum yang terlibat,” tambah dia lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Manado, Dante Tombeg SPd MPd kepada wartawan, Kamis (25/7) mengatakan, guru penerima tunjangan profesi di Kota Manado hingga kini telah mencapai 2.906 orang dari 4.016 guru di Kota Manado. Namun soal terkatung-katungnya pencairan tunjangan profesi guru ini tergantung kewenangan pusat, sebab dana ini berasal dari APBN.

“Guru profesional sudah dimintakan untuk memiliki email sendiri untuk mengirim data mereka ke Dapodik Kemdikbud untuk di ferivikasi. Kami di Diknas hanya mengirim data guru profesional ini sesuai data yang ada,” kata Tombeg, yang didampingi Kabid Tenaga Kependidikan Dra Julien Kindangen MSi.

Ia mengakui, kalau sekarang ini sudah 1.393 guru profesi yang menerima tunjangan pada triwulan ke dua dan dananya sudah di rekening guru.

“Sudah 1.393 guru profesi yang menerima tunjangan dan sudah masuk ke rekening yang bersangkutan. Jadi cek saja ke rekening masing-masing,” tandasnya.

Sementara ada 766 guru profesi sudah ada Surat Perintah Membayar (SPM). Jadi yang sudah SPM ini dalam waktu dekat ini sudah langsung disalurkan ke rekening. “kami minta kepada guru sertifikasi untuk bersabar,” pintanya.

Sementara untuk yang sudah masuk dalam SK ada 2.177 guru, namun ada 18 orang tidak di proses karena meninggal, pensiun dan pindah.

“Ada 131 guru juga yang baru terima SK pada minggu lalu, termasuk pengawas. Sedangkan 526 barusan ikut UKG dan 606 belum terbit SK Tunjangan Profesi,” paparnya.

Namun sekarang yang menjadi permasalahan oleh sejumlah guru, tunjangan profesi mereka, hingga kini selalu molor pembayarannya, bahkan masih sekira 1.513 guru yang belum menerima tunjangan.

Kendati, kewajiban mereka untuk memenuhi persyaratan mengajar 24 jam per minggu telah dipenuhi, namun tunjangan guru hingga kini belum juga masuk ke rekening para guru profesianal di Kota Manado. (*)

editor: Steven Ray Supit