Advertisement
Advertisement
Minut

Lagi BLSM Bermasalah

Advertisement
MASALAH: Mereka tidak terdaftar sebagai penerima BLSM (FOTO: john manadolink)

MINUTLINK – Penyaluran dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) subsidi BBM untuk rakyat miskin sampai saat ini terus menuai opini kontroversial warga. Pasalnya, penyaluran yang dalam wacana mengatakan diperuntukan bagi masyarakat miskin, ternyata banyak yang tidak kena sasaran alias jatuh ke tangan orang yang tidak berhak, dan sebaliknya mereka yang butuh justeru tidak kebagian.   
Di Desa Munte Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara, seperti kabupaten/kota yang lain, desa pelabuhan di Kabupaten Minahasa Utara itupun mendapat penyaluran dana BLSM/Balsem, atau Basem itu sesuai prosedur penyalurannya.
Namun anehnya, dari pengakuan warga, ternyata masih ada warga yang tergolong mampu (tidak miskin) mendapatkan dana bantuan itu, dan justeru warga yang tak mampu malah tidak kebagian.
Contohnya Ibu janda Mardia Pasalia, ibu Jana Gobel dan  Arba Tetedulo warga Desa Munte. Ke-tiga warga ini hidup serba berkekurangan, tapi tidak kebagian Dana BLSM. “Ya kami mau mengaduh pada siapa, kami hanya berserah pada Tuhan saja,” seru mereka bersamaan.
Sungguh ironi, dari pengakuan sejumlah sumber di Desa Munte, ada Perangkat Desa yang menerima BLSM. “Perangkat desa itu bernama Pak Baharudin Pempeno,” beber sumber yang meminta namanya jangan disebutkan dengan alasan keamanan dirinya.
Situasi yang membuat warga kecewa, mengundang empati tokoh masyarakat setempat. Menurut aktifis muda asal Desa Munte, Akif Rondonuwu, penyaluran di Desa Munte sudah sesuai prosedur. Tapi yang salah disitu adalah data dari pemerintah. “Pemerintah mengacu pada data warga miskin dari sensus tahun 2010, itu salah besar,” tuturnya.
Masih menurut Akif, data sensus rakyat miskin itu di ketahuinya dari pemerintah desa. “Pak Sekdes (Jafar Saribulan) yang mengatakan pada saya bahwa nama – nama warga miskin itu diambil dari data sensus 2010 yang silam,” timpal Rondonuwu.
Dirinya (Akif Rondonuwu red-) juga berpendapat bahwa data warga miskin tahun 2010 itu jelas tidak valid lagi, mengingat dalam waktu 3 tahun, bukan sedikit warga miskin tahun 2010 itu sudah hidup mapan.”Sedangkan mereka yang sudah mapan di tahun itu, kecil kemungkinan akan jadi miskin,” katanya.
Menurut dia wacana pemerintah untuk membantu rakyat miskin lewat penyaluran dana BLSM tanpa di kawal dan di awasi secara ketat, pasti akan tercipta peluang penyelewengan.”Penyaluran BLSM tanpa pengawalan resmi, ibarat fatamorgana dan ‘pelana’ retorika yang ditunggangi pemerintah bagi rakyat miskin saja. Bagi warga miskin yang tidak kebagian, pasti akan timbul kekecewaan dan sakit hati,”pungkasnya. (John)

Advertisement
Advertisement