Advertisement
Advertisement
Berita Utama

Tabrak Aturan, Pilkada Mitra Bisa Diulang?

Advertisement
SENANG: Ekspresi bupati Mitra terpilih, James Sumendap SH usai kejadian penyerangan terhadap Sherly Tjanggulung (FOTO: ephonk manadolink)

JAKARTALINK – Pelaksanaan Pemilukada di Kabupaten Minahasa Tenggara ditengarai melanggar aturan perundangan. Hal ini terungkap dalam persidangan sengketa Pilkada Mitra di Mahkamah Konstitusi RI siang tadi.

Advertisement

Saksi yang dihadirkan pihak pemohon mengaku melihat dengan jelas, salah satu pasangan calon dipapah turun dari mobil saat mengikuti kampanye. “Pak Mekky Tumbelaka diapit dua orang dan dibawa turun dari mobil untuk dating kampanye,” aku kedua saksi.

Belum lagi fakta yang menyebutkan, saat debat kandidat, Mekky Tumbelaka tidak dapat hadir. “Itu adalah bukti bahwa salah satu pasangan sebenarnya sakit dan tidak dapat mengikuti pilkada,” jelas tim penasehat hokum pemohon Telly Tjanggulung dan Mody Rondonuwu di hadapan majelis hakim konstitusi.

Bahkan saksi ahli kedokteran tetap menyebut kalau gejala yang ditunjukkan calon bupati nomor urut satu adalah penyakit yang menyerang saraf.

Sementara pengamat hokum Sulut, Hendro Christian Silow menganggap keterangan yang diberikan saksi dan saksi ahli dapat berdampak diulangnya perhelatan pemilihan bupati di kabupaten tersebut. “Kalau seperti itu berarti terjadi pelanggaran undang-undang. Hukumannya pasti diulang,” tegas Hendro sapaan akrabnya. (ken/ephonk)

 

Advertisement