Advertisement
Minut

Ada Pensiunan Terima BLSM, Si Miskin tak Didata

SALAH: Data warga penerima BLSM kurang valid

MINUTLINK – Penyaluran dana Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) pada sejumlah desa di Kabupaten Minahasa Utara berlangsung Jumat (12/7).
Sayangnya, kesalahan pendataan masih menjadi poin penting perbaikan system penyaluran.

Lihat saja, ada warga miskin yang seharusnya mendapat bantuan dari subsidi BBM alias BLSM tersebut, malah gigit jari karena tidak terdata. Malahan, beberapa warga yang masuk kategori menengah (tidak miskin), malah mengantri menunggu giliran.
Seperti di Desa Tumaluntung, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara. Opa Welly (57) yang sejak pukul 07:00 Witta, pria paruh baya lebih itu sudah siaga di sekitar rumah Hukumtua (kepala desa) menggeleng – geleng kepala seakan tidak percaya akan apa yang dia alami. “Tahun 2011 dan 2012, saya masih dapat bantuan karena saya masuk dalam daftar warga miskin. Saya tidak habis pikir, kenapa tahun ini nama saya tidak masuk di daftar itu,” tutur pria yang mengaku belum makan sejak pagi hari.
Ketika keluhan itu disampaikan langsung kepada Hukumtua  Tumaluntung Vien Rotty, malah mendapat jawaban yang tidak mengenakkan.

Dengan nada tinggi oknum hukumtua berkata bahwa itu sudah prosedural.”Kamu masih normal, wajar kalau tidak dapat bagian. Ipar saya saja yang cacat, tidak dapat,” tukas Rotty itu sambil memperagakan gaya orang cacat.
“Data warga miskin ini kan turun dari pusat”,jawab hukumtua acuh tak acuh. Jawaban hukumtua itu menuai tanda tanya masyarakat. “Yang benar, data warga miskin ini turun dari pusat atau di lampirkan dari daerah ke pemerintah pusat,” tanya salah seorang warga bingung.
Menyikapi kejadian itu, Marleyna Hontong Ketua Divisi Pemberdayaan Wanita LSM Aliansi Indonesia DPD Sulut mengakui bahwa Dana BLSM tersebut di banyak tempat sarat dengan ketidak beresan.”Banyak bantuan itu tidak kena sasaran. Ini semua karena pemerintah bekerja setengah – setengah hati alias tidak maksimal,” tuding dia.
“Semua penyimpangan ini terjadi karena lemahnya pengawasan sehingga banyak data titipan. Akibatnya, BLSM itu mubazir sebab warga misikin tidak dapat bagiannya, justeru yang pensiunan atau keluarga PNS malahan yang kebagian. Akibatnya yang miskin lebih miskin, yang kaya lebih kaya,” sambung dia. (John)