Minut

De’Jong Harap Koruptor Blockgran Dihukum Berat

Jefran Herrodes De Jong

MINUTLINK –  Ketua DPD Aliansi Indonesia, Jefran De Jong meminta kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara Blockgran bersikap profesional. Bahkan dia mengingatkan agar oknum-oknum hakim jangan sampai ‘masuk angin’. “Pengadilan Tipikor harus memproses kasus ini sebagaimana mestinya sebab ini adalah kasus korupsi berjemaah yang justeru di lakukan oleh oknum – oknum di dinas pendidikan”,sembur dia.
De Jong juga yakin bahwa Tipikor mampu menuntaskan kasus nasional tersebut.”Tipikor pasti mampu menuntaskan kasus nasional tersebut. Kepada Lusye dan Ronny sebaiknya menyebutkan siapa – siapa aktor di belakang mereka agar proses hukum berjalan lancar dan mereka berdua bisa mendapat keringanan hukum. Kalau mereka pasang badan dan di vonis berat, jangan harap oknum – oknum di belakang itu mau menjenguk dan menolong mereka,”,kata De’Jong lagi.

Masih menurut Ketua LSM Aliansi Indonesia, dirinya yakin bahwa otak dan oknum lain yang terlibat dalam kasus block-grant itu pasti akan diseret juga oleh pengadilan tipikor.”Yang pasti kalau Lusye dan Ronny Tumbol masuk penjara dan di pecat, pasti oknum di balik mereka juga akan di proseas”Ujarnya.

Dampak dari terkuaknya kasus yang merupakan aib bagi ranah pendidikan tersebut begitu nampak di kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Minahasa Utara (Disdikpora Minut). Pasalnya, dinas yang memang terkenal pejabatnya jarang bisa di temui dengan alasan tugas luar (tl) itu, setelah aib tersebut kini pejabatnya kian sulit saja untuk di temui.
Lebih mengenaskan lagi Kepala Dinas Drs Maxmelian S Tapada ketika hendak di konfirmasi terkait keterlibatannya dalam kasus pungutan fee 20% dari 50 kepala sekolah SD yang menerima dana block-grant itu sampai berita ini naik, tidak bisa di jumpai. “Pak Kadis sedang turun lapangan”, ungkap salah seorang staf dengan bahasa yang itu – itu saja tiap di kunjungi.

Prahara memalukan yang mencoreng nama baik Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Minahasa Utara terkait terungkapnya jaringan pungutan liar (pungli) di akhir tahun 2012 dari dana Block-grant sehingga oknum Lusye Tumbol Kepala Sekolah SD Wasian dan saudara kandungnya Ronny Tumbol salah satu Kepala Bidang di Disdikpora Minut yang tertangkap tangan dan di proses hukum, terus menjadi sorotan sejumlah praktisi dan LSM.    (john)