Berita Utama Mitra

Salera Kandas, Tanda Awas T2-MOR!

LAPANG DADA: Pendukung T2-MOR harus legowo apabila gugatan ditolak majelis hakim MK (FOTO: beritamanado)

JAKARTALINK – Gugatan pasangan yang diusung Partai Golkar, Drs Winsulangi Salindeho- Drs Piet Hein Kuerah akhirnya kandas. Hal ini bakal menjadi tanda bagi pasangan Telly Tjanggulung dan Mody Rondonuwu yang sementara menjalani persidangan gugatan terhadap KPU Minaasa Tenggara di Mahkamah Konstitusi.

“Penolakan gugatan Salera menjadi petunjuk hasil akhir gugatan Tjanggulung dan Rondonuwu. Karena materi gugatan hampir sama,” imbuh Denny Andres, salah seorang aktivis muda Sulut.

Masalahnya, tambah Andres, substansi gugatan haruslah masalah penggelembungan suara, dan bukan pada praktek money politic. “Money politic domainnya panwas pilkada,” jelas dia.

Dimana hal tersebut masuk dalam ranah pidana pilkada. “Jadi bukan masuk dalam materi gugatan MK. Kalau materinya seperti itu, saya yakin ditolak majelis hakim MK,” tegas dia.

Sementara itu, sidang gugatan Tjanggulung-Rondonuwu telah berlangsung Senin (8/7) lalu. Lanjutan persidangannya akan dilakukan Rabu (10/7) besok.

Di tempat terpisah, Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) tidak mengabulkan gugatan ini.

Dengan demikian pasangan bupati Toni Supit dan wakilnya Sisca Salindeho (Tonsu Bersih) tetap dinyatakan sebagai pemenang, sebagaimana keputusan sidang terakhir MK sore ini Selasa (9/7) di Jakarta.

“Gugatan kami dinyatakan tidak dikabulkan oleh MK, hakim sebut saksi-saksi yang diajukan tidak memenuhi pelanggaran yang masif, terstruktur dan sistematis,” tukas Irjen Pol Purn Tommy Jacobus, Ketua Tim Penasehat Salera sore ini.

Persidangan ini digelar untuk ke empat kalinya oleh MK. Kubu Salera meminta keputusan menang Tonsu Bersih oleh KPUD Sitaro dibatalkan, karena terjadi pelanggaran terstruktur, masif dan sistematis. (vidy/ephonk)