Tunjang Peningkatan Ekonomi, Talaud Butuh Sarana Transportasi

Irwan Hasan, SE

TALAUDLINK – Talaud merupakan salah satu beranda paling depan Negara Indonesia, dimana berbatasan langsung dengan negara tetangga Philipina, memaksa pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah harus memberikan perhatian lebih dalam segala aspek, guna mempertegas kedaulatan NKRI, mengingat isu-isu yang bekembang akhir-akhir ini dan beberapa fakta lepasnya beberapa pulau ke negara asing karena kurangnya perhatian dari pemerintah.
Mengingat bahwa Kabupaten Kepulauan Talaud adalah daerah kepulauan dan perbatasan, maka bentuk perhatian tersebut harus di sesuaikan dengan kondisi wilayah itu sendiri. Pelabuhan Laut dan Pelabuhan Penyeberangan merupakan prasarana transportasi laut yang sangat efektif untuk menghubungkan suatu daerah dengan daerah lain yang berada pada kawasan daerah kepulauan tersebut. Pembangunan prasarana transportasi laut yang memadai yang mampu memicu pertumbuhan ekonomi karena memudahkan angkutan barang/orang, kendaraan dan peralatan produksi bagi kawasan tersebut, sebuah pelabuhan yang lebih representatif dan benar-benar mampu berperan sebagai pintu gerbang membawa hasil-hasil yang telah diolah berupa komoditi unggulan daerah menuju pusat perdagangan daerah/wilayah dan bahkan negara lain, tentu sangat didambakan semua pihak. Sebagai elemen Daerah yang penting bagi penentu perkembangan daerah tersebut.
Kapal Laut maupun Kapal Ferri merupakan alat transportasi laut yang representatif sebagai armada penghubung antar pulau di Kabupaten Kepulauan Talaud. Mengingat kondisi kepulauan Talaud yang sarana transportasi darat belum memadai, berupa akses jalan yang darat yang rusak, dan bahkan belum adanya akses jalan untuk dapat dilalui oleh kendaraan beroda empat ini sangat menyulitkan masyarakat untuk dapat mengangkut hasil-hasil bumi ke daerah lain untuk dijual, dimana daerah ini sebagian besar masyarakatnya adalah petani dan nelayan yang mengantungkan hidupnya pada komoditi pertanian dan hasil laut, untuk itu sarana dan prasarana transportasi laut sangat diharapkan untuk dikembangkan khususnya pembangunan pelabuhan penyeberangan di bagian utara pulau Karakelang (yaitu kecamatan Geme, kecamatan Esang, dan kecamatan Tanpanam’ma) serta pembangunan pelabuhan penyeberangan di Pulau Karatung (Kec. Karatung) sangat dirindukan untuk bisa direalisasikan sehingga akses transportasi penyeberangan sebagai jembatan bergerak yang menghubungkan jalan darat yang terputus oleh lautan dari pulau satu ke pulau yang lain. Selain diharapkannya pembangunan pelabuhan penyeberangan di bagian utara pulau Karakelang serta Pulau Karatung, maka perlu juga dilakukan pembangunan dan perbaikan jalan darat dari kecamatan Esang, kecamatan Geme, dan kecamatan Tanpanam’ma ke Kecamatan Melonguane sebagai pusat pemerintahan dan bisnis di Kabupaten kepulauan Talaud. Tujuan pembangunan pelabuhan penyeberangan pada daerah tersebut diatas adalah untuk memobilisasi penumpang barang, kendaraan dan alat-alat/mesin produksi ke daerah kepulauan sehingga pembangunan di daerah utara Kab. Kepl. Talaud lebih cepat dan lebih mudah dilaksanakan, yang pada gilirannya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada daerah Kepulauan Talaud…….. . untuk mendukung tercapainya aspirasi masyarakat ini, maka mereka juga meminta pemerintah yang berkompten dapat membangun sarana dan prasarana pelabuhan penyeberangan/feri di kawasan ini. Mencermati persoalan ini salah seorang angota DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud, IRWAN HASAN SE, angkat bicara. ‘’Persoalan utama di Kabupaten Talaud yang sepantasnya diperhatikan oleh pemerintah pusat adalah terisolasinya transportasi darat maupun laut di beberapa daerah yang mempunyai potensi diantaranya kecamatan gemeh. Hal ini menyebabkan terjadi kesenjangan sosial kemasyarakatan yang cukup tinggi. Besarnya transportation cost menjadi penyebab utama minimnya pendapatan masyarakat yang sangat berimbas pada daya beli (purchasing power) masyarakat di daerah tersebut. Perhatian pemerintah pusat menjadi harapan utama dalam hal percepatan pembangunan pelabuhan kapal fery didaerah tersebut, karena untuk mengharapkan dana APBD kabupaten Talaud sangatlah sulit, selain terbatas jumlahnya masih banyak juga program pemerintah daerah yang sama sama menjadi prioritas pembangunan. Rasio peningkatan pendapatan masyarakat Talaud khususnya kecamatan yang masih terisolisir oleh jangkauan transportasi akan berkembang sampai 50% dari rata-rata income bulanan 1,5 Juta /bulan menjadi 2, 2Jt/bulan bila ada kapal fery. Hal ini jelas skali tergambar dari selisih harga produksi kopra dan hasil nelayan jika dibawah langsung ke bitung. Gambaran kondisi Riil diatas menjadikan refrensi bagi pemerintah pusat untuk tidak semata-mata melihat besaran investasi dan return atas investasi tersebut, namun melihat pentingnya investasi pembangunan dermaga kapal fery dikawasan ini demi menunjang kenaikan pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat, serta mewujudkan amanat undang-undang dasar yang pada ujungnya berimbas untuk kemakmuran bagi seluruh rakyat indonesia tidak terkecuali kami yang adalah anak-anak perbatasan dalam bingkai NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA”
Ketika dikonfirmasi atas persoalan ini ke Dinas Perhubungan prov. sulut, menemui salah satu karyawan/staf (Bapak Semuel T. Duma, ST, MT) yang ditugaskan untuk mengusulkan pembangunan pelabuhan penyeberangan/ferry di daerah Kepulauan Talaud, akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat tersebut melalui kajian kelayakan teknis/lokasi dengan pendekatan pada aspek politik dan pemerataan pembangunan untuk membuka keterisolasian wilayah di daerah kepulauan dan perbatasan, selanjutnya akan mengusulkan ke pemerintah pusat (Kementerian Perhubungan) untuk memprogramkan dan mengalokasikan dana pada TA. 2014 dalam rangka pembangunan Pelabuhan Penyeberangan di Gemeh dan Pulau Karatung , namun untuk itu sangat diharapkan kerja sama dengan masyarakat dan pemerintah daerah untuk menyiapkan lahan darat pembangunan pelabuhan penyeberangan dimaksud. Selain itu ditambahkan pula agar Masyarakat dan Pemerintah Kab. Kepl. Talaud bekerjasama dalam mengawal pengusulan dan pengawasan pembangunan sarana dan prasarana transportasi dimaksud yang sama- sama kita nantikan keberadaanya.(elias)

Comments are closed.