Bisnis&Pariwisata

Mengabdi Hingga Akhir untuk Talaud

CAPAIAN yang luar biasa untuk kabupaten kepulauan Talaud dimana sarana transportasi laut  yang menjadi sarana transportasi utama di daera kepulauan ini terus mendapat perhatian dari pemerintah pusat dengan terus mengoptimalkan pembangunan pelabuhan di bebrapa daerah, yang membuka keterosolasian wilayah yang  masi dinggap terpencil. sejak kepulauan talaud dimekarkan dari kabupaten induk kabupaten  Sangihe dan Talaud  menjadi daerah dati II yaitu Kabupaten kepulauan Talaud, pemerintah pusat melalui Dirjen Perhubungan Laut mengucurkan dana puluhan bahkan sampai ratusan miliar rupiah per tahunnya  untuk memperhatikan daera paling utara Indonesia ini.  Di mulai dari pembangunan dermaga induk sampai dengan pembagunan areal darat, yang di dalamnya ada fasilitas-fasilitas pendukung pelayanan publik, berupa ruang tunggu yang nyaman beserta fasilitas lainnya. Talaud sekarang ini sudah tercatat memiliki 8 pelabuhan utama  di luar dari empat pelabuhan kapal feri. Pelabuhan-pelabuhan tersebut diantaranya, Pelabuhan Lirung, Pelabuhan Melonguane, pelabuhan Mangaran, Pelabuhan Beo, pelabuhan Esang, pelabuhan Karatung, pelabuhan Miangas, dan pelabuhan Ganalo yang masi belum dipakai karena masih dalam tahap penyelesaian pekerjaan. Pelabuhan-pelabuhan ini sungguh bermanfaat besar untuk masyarakat Talaud  dimana ketika akses transportasi lancar maka pertumbuhan ekonomi rakyat semakin besar pula. Di sisi lain, Kabupaten Kepulauan Talaud yang berbatasan langsung dengan negara filipina harus dijaga superketat oleh aparat kepolisian mengingat beberapa waktu lalu, talaud dihebohkan sebagai daerah transit para pelaku-pelaku teroris,   dengan adanya pelabuhan di 8 wilayah ini maka memudahkan aparat untuk  melakukan pengawasan  atau penjagaan akan hal yang sama-sama tidak kita inginkan itu.

Jhon Worung, SE

Keberhasilan yang dimiliki oleh Kabupaten Kepulauan Talaud di bidang taransportasi laut ini tidak lepas dari usaha dan campur tangan seorang Kakanpel Lirung di Melonguane. Sebut saja JHON WORUNG. SE,  pria yang di kenal ramah ini bahkan sering meninggalkan anak dan  isterinya, demi tugas dan tanggung jawabnya sebagai abdi negara, apalagi dalam tahap lobi angaran untuk pembangunan-pembangunan tersebut beliau sering berada di luar daerah, sungguh suatu perjuangan yang sulit dibayar oleh masyarakat Talaud dimana setiap masyarakat bisa menikmati dan merasakan semakin lancarnya arus transportasi laut yang didukung oleh fasilitas pelabuhan yang memadai.  mungkin hanya terima kasih yang dapat disampaikan oleh masyarakat Talaud, dimana kerja keras beliau benar-benar memberi manfaat untuk Talaud, bahkan di ahir-ahir masa pengabdiannya sekarang ini beliau masih dengan penuh tanggung jawab memperjuangkan anggaran-anggaran untuk dapat masuk Talaud demi  menunjang pelayanan yang prima di instansinya, serta pengusulan rehabilitasi gedung-gedung yang sudah rusak. Sosok yang biasanya disapa pak jhon ini pula  bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Talaud dalam rangka mengisi kekosongan pegawai di intansinya, merekrut PNS Kabupaten Talaud yang merupakan putra daerah  untuk dialihkan status pegawai daerah  menjadi pegawai pusat  yaitu pegawai DIRJEN HUBLA  dan akan  ditempatkan di daerah domisili masing-masing, di seluruh kantor pelabuhan yang ada di Kabupaten Kepulauan Talaud dan dengan itu Sebuah kerja keras dan pengabdian yang tulus menghasilkan buah-buah  keberhasilan . Kesuksesan, penghargaan dan nama baik yang terjaga serta   kata sanjungan dan puisi indah untuk menghantar ahir masa pengabdian  di Kabupaten Kepulauan Talaud.    (adv)