Advertisement
Berita Utama Hukum

Gila! PPK Jembatan Mantung Ternyata Terpidana Korupsi

JANGAN: Jangan sampai hal seperti ini terjadi. (Karikatur: kuntsam.de)

MANADOLINK – Bukan hanya Bupati Kepulauan Aru, Maluku yang masih bertugas meski telah divonis bersalah pada kasus korupsi yang membelitnya. Di kabupaten paling ujung Sulawesi Utara pun, yakni Kabupaten Kepulauan Talaud ada juga koruptor yang telah divonis bersalah namun masih memegang jabatan. Tak tanggung-tanggung jabatan yang dipegangnyapun adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Dinas Pekerjaan Umum, aneh?

Oknum yang bernama Selamat Tumbal, diketahui divonis bersalah dan dihukum penjara selama 5 tahun oleh majelis hakim agung dalam putusan kasasi yang turun penghujung 2012 lalu. Namun anehnya, hingga saat ini oknum yang divonis bersalah pada kasus proyek pembangunan jalan di Pulau Salibabu masih menjalankan tugasnya. Parahnya lagi, jabatan yang dipegangnya sama dengan jabatan saat dia diputus bersalah oleh pengadilan. “Kalau so bagini mo apa le torang pe daerah. Sedangkan aparat hukum so nda berkutik pa dorang (Terpidana korupsi-red),” tandas Erwin Robot SH, salah seorang pemerhati hukum di Sulut.

Semestinya kata Erwin, setelah putusan kasasi diterima pihak kejaksaan selaku eksekutor sudah seharusnya dijalankan amanat putusan tersebut. “Mekanismenya kan eksekusi dilakukan setelah putusan diterima pihak kejaksaan. Kenapa masih saja ditunggu?” ucap Erwin bernada heran.

Hal yang dikhawatirkannya jika hal tersebut mengandung unsure kesengajaan. “Kalau memang hanya kelalaian jaksa penuntut umum pasti masih dapat dimaklumi. Tapi kalau itu disengaja karena alas an tertentu di dalamnya, itu tidak dapat ditolelir,” tegas dia mantap.

Bagaimana tanggapan pihak kejaksaan selaku eksekutor? Jubir Kejati Sulut, Steven Kamea SH terkesan menghindar menanggapi masalah ini. Kamea berkilah kalau masalah tersebut adalah wewenang Kejari Talaud. “Tanya saja ke pak kajari Melonguane,” elak Kamea ketika dihubungi via ponselnya.

(steven ray supit)