Advertisement
Berita Utama

Selain Anas, KPK Mulai Bidik Nama Lain

BIDIK: KPK beri signal ada tersangka lain selain Anas. (Foto: tempo.com)

JAKARTALINK – Komisi Pemberantasan Korupsi bakal mengembangkan pengusutan kasus mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, tersangka suap proyek gedung olahraga di Bukit Hambalang, Sentul, Bogor. Tidak menutup kemungkinan ada orang lain yang terseret dalam kasus ini. “Pengembangan akan terus dilakukan tergantung dua alat bukti yang cukup,” kata juru bicara KPK, Johan Budi S.P., tulis tempo.com, Ahad, 24 Februari 2013.

Sumber di KPK menyebutkan, sejumlah nama potikus diduga ikut berperan dalam kasus Anas tersebut. Mereka berada di balik meningkatnya penganggaran proyek yang awalnya hanya Rp 125 miliar menjadi Rp 2,5 triliun, serta pengaturan kemenangan kontraktor serta subkontrak proyek. “Ada yang diduga ikut menerima fee,” ujar sumber tersebut, sembari memberi gambaran pihak yang diduga menerima fee telah dimintai keterangan dalam penyelidikan kasus ini.

Sementara itu, Johan mengatakan, ia belum tahu siapa yang dibidik lembaganya dalam pengembangan kasus Anas. Lagi pula, kata Johan, materi penyidikan kasus tidak bisa disampaikan kepada publik. “Jadi saya belum tahu,” kata dia.

Politikus yang diperiksa dalam penyelidikan Hambalang di antaranya mantan Ketua Badan Anggaran Mirwan Amir, Ketua Komisi Olahraga Mahyuddin, serta Ketua Komisi Hukum DPR Gade Pasek. Namun, mereka kompak membantah tidak terlibat dalam kasus tersebut.

Johan juga tak mau sesumbar ihwal keterlibatan para terperiksa tersebut. “Yang jelas pengembangan kami lakukan,” ujar dia.

Anas ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemberian dan janji dalam kaitan proyek Hambalang dan proyek lainnya. Dalam surat penyidikan, Anas disebut melanggar pasal 12 a, b atau pasal 11 Undang-Undang 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Penetapan tersangka itu berdasarkan hasil gelar perkara pada Jumat, 22 Februari 2013. Anas kerap dikaitkan dengan dugaan penerimaan Toyota Harrier dari PT Adhi Karya Tbk, kontraktor proyek Hambalang. Tuduhan ini bermula dari “nyanyian” mantan Bendahara Umum Demokrat, Muhammad Nazaruddin.(tmp)