Pembangunan Jembatan Mantung Diduga Menyimpang

BESTEK: Besi yang digunakan pada pembangunan Jembatan Mantung tidak sesuai spesifikasi teknis. (FOTO: manadolink)

BEOLINK – Untuk kesekian  kalinya aparat penyidik kejaksaan dan kepolisian diminta menyelidiki dugaan penyimpangan proyek pembangunan jembatan yang ada di Kabupaten Kepulauan Talaud.

Dari informasi yang ada, proyek pembangunan Jembatan Mantung di Kecamatan Beo, Kabupaten Talaud disinyalir menyimpang dari bestek yang tertera dalam kontrak. Konon, besi tulangan pada lantai jembatan tersebut menggunakan besi kualitas rendah. Sudah begitu, besi yang digunakan lebih kecil spesifikasinya dari yang ada dalam kontrak tertanggal 7 juni 2012. “Yang torang lihat besi yang digunakan ada yang hanya sebesar delapan inchi. Padahal dalam kontrak, besi yang harus digunakan adalah dua belas inchi,” beber beberapa warga kepada manadolink belum lama ini.

Bukan hanya itu, campuran material agregat diduga tidak sesuai. Karena menurut sejumlah warga, campuran cor tidak menggunakan standar campuran. “Pasir dan kerikil yang banyak, sementara semen yang dicampur hanya sedikit,” tutur mereka.

Sementara itu addendum perpanjangan pekerjaan telah lewat beberapa hari. “Perpanjangannya hanya sampai tanggal Sembilan belas lalu. Tapi sampai sekarang masih dilakukan pekerjaan,” kata mereka lagi.

Bagaimana tanggapan pihak Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kepulauan Talaud? Melalui PPK Selamat Tumbal yang dikonfirmasi siang tadi via ponsel, membantah jika spesifikasi besi tidak sesuai dengan kontrak. “Itu tidak benar,” jawabnya agak terbata. Dia menambahkan kalau pihaknya telah melakukan fungsi pengawasan yang maksimal.

Namun demikian Tumbal mengakui kalau pekerjaan tersebut masih sementara berlangsung, meski telah lewat waktu. “Hanya perapihan saja,” jawab salah satu terpidana kasus korupsi pembangunan jalan di Pulau Salibabu ini .

 

(steven ray supit)

Comments are closed.