Advertisement
Advertisement
Berita Utama Hukum

Gerah Dikonfirmasi, Landjar Ancam Wartawan

Advertisement

Advertisement
Sehan Landjar

MANADOLINK- Belum lama perhelatan Hari Pers Nasional yang dipusatkan di Kota Manado usai. Namun momentum indah bagi pekerja pers justru dinodai dengan perbuatan pengancaman dilakukan oknum pejabat kepada wartawan.

Adalah oknum bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Salim Sehan Landjar. Orang nomor satu di Boltim ini diadukan ke pihak berwajib lantaran pengancaman terhadap Arthur Mumu, Koordinator Liputan  manadolink.com, di kantor Gubernur Sulut sekira pukul 16:00 wita (14/02).

Menurut Mumu, pengancaman yang dilayangkan Bupati Landjar kepada dirinya dihadapan umum, merupakan suatu tindakan pidana apalagi Landjar sebagai publik figur harusnya memahami tugas dan fungsi wartawan sebagai pencari informasi. “Aneh bin ajaib. Kita mau konfirmasi sejauh mana kasus dugaan korupsi yang pak bupati Landjar serahkan ke kejaksaan tinggi, bukannya ditanggapi malah saya diancam dan mengatakan kalu kwa nga perlu doi bilang jangan pake trik-trik konfirmasi segala,” beber Mumu.

Arthur mengakui kalau dirinya telah berulang kali mengkonfirmasi soal lima belas (15) perusahan yang diduga bermasalah di Boltim. Namun begitu sebagai pewarta, perlu menindaklanjuti kembali pemberitaan tersebut. “Karena pihak kejati sudah mengatakan tidak ada laporan, jadi saya merasa perlu untuk mengkonfirmasi kembali kepada pak bupati soal pernyataan aparat kejaksaan. Hal itu kan wajar sebagai langkah follow-up pemberitaan,” kata dia.

Bahkan, lanjut Mumu, tidak pernah menteror dan mengintimidasi Bupati Landjar, apalagi mengatakan di hadapan umum kalau Mumu sering meminta bantuan kepada bupati.

Sementara Landjar saat kejadian pengancaman sempat mengatakan, masalah yang dikonfirmasi tersebut  telah diberikannya ke Reinhard Tololiu SH, mantan Kasie Penkum dan Humas di Kejaksaan Tinggi Sulut. “Kyapa so berapa miliyar yang bupati kase pa kita, kan nyanda pernah. Jujur kita kecewa ungkapan pak bupati Landjar bahwa saya sering  terror dan intimidasi ke bupati, itu fitnah,” sesal Mumu.

Akibat perbuatan Landjar, Mumu merasa terancam serta keberatan sehingga malamnya langsung mendatangi Mapolda Sulut untuk membuat laporan pengancaman kepada dirinya, dengan memohon agar perbuatan bupati Boltim dapat diproses sesuai hukum yang berlaku. “Saya tidak akan diam dengan persoalan ini apalagi dengan mengancam jangan berani injak boltim, darah tukar darah, nyawa tukar nyawa. Dan ingat, ngana bukan orang boltim jadi jangan ngana urus itu boltim karena itu kit ape urusan. Kalo bagini trus nga pe cara kita pe diri dan jabatan akan jadi taruhan deng ngana. Biar mo perang le kita nda akan mundur,” tukas Mumu menirukan pernyataan Landjar saat itu.

(steven ray supit)

 

Advertisement