Berita Utama

Dua Rudal Palestina Hantam Pusat Bisnis Israel

GAZALINK –

MEMANAS: Israel-Palestina terus memanas. (FOTO:Reuters/Nir Elias)

Dua roket yang ditembakkan pejuang Palestina dari milisi Hamas di Jalur Gaza jatuh di dekat Kota Tel Aviv, Israel. Ini adalah serangan pertama Palestina yang ditujukan ke pusat keuangan dan bisnis Israel tersebut dalam kurun 20 tahun terakhir.

Seperti dilansir Reuters, 15 November 2012, serangan itu menandakan meningkatnya eskalasi pertempuran antara Israel dan Palestina yang mengarah menuju peperangan lebih besar.

Sebelumnya, sebuah roket Hamas menewaskan tiga orang Israel di utara Jalur Gaza, menumpahkan darah untuk pertama kali dari pihak Israel. Sementara itu, jumlah korban tewas di pihak Palestina meningkat menjadi 19 orang, dengan enam di antaranya merupakan anak-anak.

Pesawat tempur Israel memborbardir sejumlah target di dalam dan sekitar kota Gaza di hari kedua pertempuran, menggetarkan bangunan-bangunan tinggi.

Mengantisipasi peningkatan eskalasi, juru bicara militer Israel mengatakan mereka telah menerima lampu hijau untuk memanggil lebih dari 30 ribu tentara cadangan. Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak, mengatakan militan Palestina harus bertanggungjawab atas misil-misil yang mereka tembakkan menuju Tel Aviv itu.

Pada serangan udara terbaru Israel, tiga orang tewas ketika sebuah misil menghantam sebuah mobil di utara Jalur Gaza. Militer Israel juga menyatakan, mereka telah berhasil menghancurkan 70 lokasi peluncuran misil tak berawak.

Generator yang menyuplai listrik ke rumah Perdana Menteri asal Hamas, Ismail Haniyeh, juga terhena hantaman rudal Israel. Konflik Israel-Palestina teranyar ini dipicu oleh terbunuhnya komandan militer Hamas oleh Israel.

Presiden Mesir, Mohamed Mursi, mengutuk serangan Israel tersebut. Perdana Menteri Mesir, Hisham Kandil, mengunjungi Gaza bersama sejumlah pejabat Mesir sebagai bentuk dukungan mereka. Untuk diketahui, Mursi dipandang Hamas sebagai sekutu. Israel sendiri berjanji tidak akan melukai delegasi Mesir yang berkunjung ke Gaza itu.